Sang Jenderal Dudung dan Pintu Istana yang Tak Pernah Tertutup

Nasional203 Dilihat

BeTimes.id– Di bawah pendar lampu kristal Istana Negara, Senin (27/4), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurrahman resmi memanggul mandat baru.

Usai mengucap sumpah sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), mantan pucuk pimpinan Angkatan Darat ini tidak bicara soal jarak antara penguasa dan rakyat. Sebaliknya, ia menjanjikan sebuah jembatan yang tak pernah tidur. ​“Saya akan buka laporan dari masyarakat selama 24 jam,” ujar Dudung dengan nada tegas yang menjadi ciri khasnya.

Bagi Dudung, kursi KSP bukan sekadar jabatan administratif. Ia memposisikan dirinya sebagai “penyambung lidah” sekaligus telinga bagi pemerintah. Di balik dinding Istana, ia berjanji akan memantau denyut nadi program kementerian dan lembaga, memastikan tidak ada aspirasi warga yang menguap di tengah jalan.

Namun, janji Dudung bukan tanpa tantangan. Ia sadar betul bahwa musuh terbesar dari efektivitas pemerintah seringkali adalah belitan birokrasi yang rumit.

Dengan gaya kepemimpinan lapangan yang masih melekat, ia memberikan peringatan keras, birokrasi yang bermasalah akan dipangkas.

Dudung tak ingin program prioritas Presiden Prabowo Subianto hanya berakhir menjadi tumpukan dokumen di atas meja kerja.
​”Jangan sampai ada hal-hal yang menjadi prioritas Presiden kemudian terjadi masalah birokrasi. Nanti kita pangkas,” ucapnya lugas.

Diplomasi Sidak dan Transisi Jabatan
​Bukan sekadar menggertak, Dudung bahkan mengajak kementerian dan lembaga untuk terbuka melaporkan hambatan yang ada. Jika mesin pemerintahan macet, ia tak segan untuk turun langsung ke lapangan. “Nanti kita akan sidak dan kita tuntaskan dengan baik,” tambahnya.

Meski kini resmi menakhodai KSP menggantikan M. Qodari yang beralih tugas menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Dudung saat ini masih memegang peran ganda sebagai Penasihat Presiden Bidang Pertahanan. Sebuah rangkap jabatan yang menurutnya hanya bersifat sementara menunggu proses pergantian resmi.

Hari itu, dari beranda Istana, Dudung mengirimkan pesan jelas: Istana kini memiliki “pos jaga” baru yang siap menerima keluhan warga, siang maupun malam. (ralian)

Komentar