Puji Nugraha:Bapenda Kabupaten Bekasi Gelar Opsgab Kejar Pendapatan Daerah Libatkan TNI dan Polri

Pemerintahan38 Dilihat

Puji Nugraha


BeTimes.id– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi terus mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan berbagai terobsan. Salah satunya, operasi gabungan melibatkan Pemerintah Provinsi, Satpol PP, berbagai SKPD, TNI dan Kepolisian dengan sasaran simpul keramaian publik.

Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pendapatan Daerah pada Bapenda Kabupaten Bekasi, Drs.Puji Nugraha.MM mengatakan Operasi Gabungan (Opsgab)  ini  difokuskan pada penagihan pajak kendaraan bermotor, salah satu sumber utama pendapatan daerah dari sektor opsen. Kalaborasi ini untuk mengejar target PAD. Dan akan dilakukan secara rutin setiap bulan dengan lokasi yang berbeda di seluruh kecamatan.

Pendapatan dari sektor opsen pajak kendaraan bermotor dihitung berdasarkan persentase tertentu dari penerimaan pajak provinsi yang disalurkan ke kas daerah setiap hari melalui mekanisme bagi hasil.

Opsgap ini salah satu langkah strategis demi memaksimalkan pendapatan daerah dari sektor bagi hasil pajak kendaraan bermotor sehingga mampu berkontribusi terhadap pendapatan PAD.

Bapenda juga memaksimalkan forum rapat minggon untuk mendorong keterlibatan pemerintah desa dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Dikatakan, partisipasi masyarakat membayar pajak sebagai  kunci keberhasilan pembangunan daerah, karena dana itu  akan kembali digunakan untuk berbagai pembangunan di berbagai sektor dan layanan publik lainnya.

Dikatakan, adanya tantangan dalam optimalisasi penerimaan pajak walau  kewajiban pajak tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan. Walau kondisi ekonomi global, tetapi kewajiban pajak tetap harus dipenuhi..

“Tantangan dalam upaya optimalisasi penerimaan pajak, di antaranya karena kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil,” katanya.

Dikatakan, target pajak daerah  tahun 2026 sebesar Rp3,8 triliun yang bersumber dari berbagai jenis pajak daerah, mulai dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Reklame, Pajak Air Tanah, hingga opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

“Hingga akhir Mei 2026, realisasi pajak daerah Kabupaten Bekasi telah mencapai sekitar Rp1,2 triliun atau 31,83 persen dari target pajak daerah sebesar Rp3,8 triliun yang ditetapkan tahun ini,” ujar Puji, kepada bekasitimes.id. (hem)

Komentar