“Kami datang ke sini untuk bersosialisasi kepada warga agar pembuangan sampah dilakukan dengan benar, yaitu memisahkan antara sampah organik dan non-organik,” kata Tri Bayu.
Tri Bayu menambahkan, kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah sampah di Jakarta. Apalagi, kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, kian mengkhawatirkan. Per Maret 2026, volume sampah dari Jakarta yang masuk ke fasilitas tersebut masih berkisar antara 7.400 hingga 8.000 ton per hari.
Kegiatan sosialisasi pemilahan sampah ini turut dihadiri oleh Ketua RW 06 Kelurahan Kampung Rambutan Djaja Mursit, dan Ketua RT 011/RW 06 Dudu Ridwan.
Ketua RW 06, Djaja Mursit, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan sosialisasi yang dilakukan oleh para kader PDI Perjuangan Ciracas.
Meski di wilayahnya sudah dibentuk Badan Pengelola Sampah (BPS) di bawah pembinaan Lurah Rambutan dan pengawasan RW, Djaja mengakui masih ada kendala fasilitas di lapangan.
