Bocah Tewas di Lubang Proyek Manggarai, Legislator Desak Inspektorat Audit Seluruh Proyek Pemprov

Hukum13 Dilihat

“Pembangunan memang harus terus berjalan, tetapi jangan sampai mengorbankan keselamatan warga. Tidak boleh ada satu pun proyek yang mengabaikan aspek keamanan karena nyawa manusia jauh lebih berharga daripada target penyelesaian pekerjaan,” tutur Kevin.

Sebelumnya diberitakan, Seorang bocah dilaporkan meninggal dunia setelah terperosok ke dalam lubang proyek pembangunan Lapangan Multifungsi Taman RW 04, Jalan Manggarai Utara II, Tebet, Jakarta Selatan.

Korban mengembuskan napas terakhirnya saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 23.40 WIB. Korban diduga terjatuh saat sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi proyek. Lubang galian tempat korban terjatuh memiliki kedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter dengan diameter sangat sempit, yakni hanya sekitar 30 sentimeter.

Proses evakuasi yang berlangsung hingga Minggu (28/6) dini hari berjalan sangat dramatis. Petugas pemadam kebakaran tidak dapat langsung masuk ke dalam lubang karena ukurannya yang sangat terbatas.

“Diameter lubang itu sekitar dua jengkal tangan orang dewasa. Anak masuknya ngepres. Anggota tidak mungkin masuk ke dalam lubang,” ujar Kepala Sektor Tebet Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Kusnanto.

Untuk menyelamatkan korban, petugas terpaksa mendatangkan alat berat ekskavator guna menggali bagian samping lubang. Strategi ini dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan longsoran yang dapat menimbun tubuh korban.

Setelah terjebak selama hampir empat jam, korban akhirnya berhasil diangkat pada Minggu pukul 03.55 WIB. Saat dievakuasi ke permukaan, balita tersebut dilaporkan masih hidup dan menangis, sebelum akhirnya langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Namun, takdir berkata lain. Kusnanto mengonfirmasi bahwa nyawa korban tidak tertolong dalam perjalanan menuju rumah sakit.

“Setelah saya tanya ke anggota yang melakukan evakuasi, dan disaksikan warga setempat, (korban) masih kondisi hidup saat dievakuasi. Jadi tidak tertolongnya dalam perjalanan ke rumah sakit,” pungkas Kusnanto. (ralian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *