Konflik di Intan Jaya dan Yahukimo Memanas, PGI Desak Hentikan Pendekatan Militeristik

Hukum29 Dilihat

Selain warga sipil, bentrokan bersenjata tersebut mengakibatkan gugurnya seorang anggota TNI, Praka Bayu Oktara, serta memaksa ribuan warga sipil mengungsi demi menyelamatkan diri.

Atas tragedi kemanusiaan ini, PGI menyampaikan dukacita mendalam dan mengutuk keras segala bentuk kekerasan di Papua. PGI menegaskan bahwa alasan politik maupun keamanan sama sekali tidak dapat membenarkan tindakan menghilangkan nyawa manusia.

“Kami menilai pendekatan militeristik yang diterapkan selama ini tidak mampu menghadirkan solusi damai dan adil. Pendekatan tersebut justru melahirkan penderitaan panjang yang berulang bagi warga sipil di daerah konflik,” tegas Ronald.

Menyikapi situasi yang kian memburuk, PGI menyatakan sikap dan mendesak sejumlah poin penting kepada pemerintah dan pihak terkait:

  1. Mengecam keras segala bentuk pembunuhan, penyiksaan, mutilasi, dan serangan bersenjata yang menimbulkan korban jiwa, termasuk penyerangan terhadap pesawat sipil dan warga tak bersenjata.
  2. Menyatakan keprihatinan mendalam atas semakin pudarnya penghormatan terhadap martabat manusia, padahal setiap orang diciptakan menurut gambar Allah dan memiliki nilai yang tak tergantikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *