Kebut Normalisasi Ciliwung, Pemprov DKI Jakarta Kucurkan Rp300 Miliar untuk Pembebasan Lahan

Pemerintahan57 Dilihat

BeTimes.id– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung progres pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung di Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/6).

Percepatan pembebasan lahan di kawasan ini sebagai langkah strategis untuk melanjutkan pembangunan tanggul sekaligus memperkuat pengendalian banjir di Jakarta.

Seperti diketahui, dari total 33,69 kilometer rencana pembangunan tanggul di sisi Sungai Ciliwung, masih diperlukan pembebasan lahan sepanjang 16,55 kilometer. Gubernur DKI berharap akhir tahun ini seluruh proses pembebasan dapat diselesaikan.

“RW 03 Kelurahan Cawang ini, dari target 170 bidang ini, telah selesai 62 bidang. Namun hingga akhir tahun ini, kami menargetkan seluruh proses pembebasan dapat diselesaikan,” kata Pramono.

Gubernur DKI yang didampingi Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin berharap, percepatan pembebasan lahan mampu mengoptimalkan langkah pengendalian banjir oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta. Ia menegaskan, program tersebut juga merupakan kelanjutan dari proyek normalisasi yang sempat terhenti cukup lama.

“Mudah-mudahan upaya ini dapat memperbesar kapasitas aliran sungai sehingga ketika terjadi banjir dampaknya tidak lagi besar seperti sebelumnya,”ujarnya.

Dalam pembebasan lahan, Gubernur menyatakan, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran senilai Rp300 miliar pada 2026 untuk mendukung pembebasan lahan serta penanganan tiga sungai, yakni Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama.

“Program ini akan terus dilanjutkan dengan dukungan anggaran pada tahun 2027, guna mempercepat pengendalian banjir di Jakarta. Apabila target tersebut tercapai, maka pada tahun 2027, bertepatan dengan HUT ke-500 Kota Jakarta, normalisasi salah satu sumbu utama Sungai Ciliwung di kawasan Cawang dapat terwujud,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas SDA Ika Agustin Ningrum yang hadir memberikan paparan kepada Gubernur DKI menjelaskan, normalisasi sungai merupakan program penanganan banjir dalam jangka menengah dan panjang. Tidak hanya dilanjutkan di Sungai Ciliwung, program juga akan dilakukan di Sungai Krukut dan Cakung Lama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Jakarta pada 2029.

Ia menambahkan sepanjang 2026, Pemprov DKI Jakarta melakukan proses pembebasan lahan sepanjang dua kilometer, yang berada di Kelurahan Cawang, Rawajati, dan Pengadegan.

“Proses pembebasan lahan di Kelurahan Cawang menjadi percontohan model pembebasan lainnya yang akan dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta pada 14 kelurahan. Saat ini, empat lokasi telah dibebaskan, yaitu Kelurahan Cawang, Rawajati, Pengadegan, dan Cililitan. Sementara sepuluh kelurahan lainnya masih dalam proses penyusunan dokumen pengadaan tanah sebelum penetapan lokasi,” jelas Ika. (ralian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *