BeTimes.id– Sebanyak 30 siswa dan siswi SMKN 48 Jakarta serta SMKN 50 Jakarta melakukan kunjungan edukasi ke Bank Sampah Berkah Srikandi RW 01, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (15/7).
Kegiatan bertujuan memperdalam pengetahuan mengenai pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber sesuai Instruksi Gubernur (Ingub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Kehadiran para pelajar disambut Ketua RW 01 Kelurahan Pondok Bambu, Edi Suwito, bersama Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 01 di Sekretariat RW 01, Jalan Balai Rakyat, Kelurahan Pondok Bambu.Ketua RW 01 Kelurahan Pondon Bambu, Edi Suwito, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
Menurutnya, kegiatan edukasi seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan.”Saya selaku Ketua RW 01 menyambut baik adik-adik dalam kunjungan ke Bank Sampah. Semoga nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi kita semua dalam menjaga lingkungan yang lestari,” ujar Edi.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa mendapatkan pemaparan mengenai berbagai inovasi pengelolaan sampah yang telah diterapkan di Bank Sampah Berkah Srikandi yang bekerjasama dengan PT. Pertamina Retail.
Di antaranya pengolahan sampah plastik menjadi paving block, pembuatan kerajinan tangan, konversi minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomis, pengolahan sampah organik menggunakan metode Takakura menjadi kompos, hingga pemanfaatan sisa makanan atau Sisa Organik Dapur (SOD) sebagai pakan ternak ayam.Salah satu siswi SMKN 48 Jakarta, Bianca Putri Wibisono, mengaku terkesan dengan berbagai inovasi pengelolaan sampah yang diterapkan di RW 01 Kelurahan Pondok Bambu.
Menurutnya, pengelolaan sampah dari sumber memberikan manfaat nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan.“Tadi sudah melihat pengelolaan SOD untuk pakan ternak. Awalnya saya mengira kotor dan bau, tetapi setelah melihat langsung ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pakan ayam sehingga tidak terbuang. Ini sangat bagus,” ungkapnya.
Sementara itu, Ahmad Fathir Hasanain, anggota Tim Adiwiyata SMKN 48 Jakarta, mengaku termotivasi untuk menerapkan berbagai praktik pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Ia berharap dapat menjadi agen perubahan dengan mengembangkan budaya peduli lingkungan melalui kampanye 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pembuatan kompos.“Seru melihat pengelolaan sampah di Bank Sampah Berkah Srikandi RW 01 Kelurahan Pondok Bambu.
Kami juga mendapat tambahan wawasan mengenai metode Takakura yang ternyata sederhana dan mudah diterapkan di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar dapat menjadi pelopor dalam penerapan budaya memilah dan mengolah sampah sejak dari sumber, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan khususnya di Jakarta Timur dan umumnya di Provinsi DKI Jakarta. (ralian)
