BeTimes.id– Ketua MPR RI Ahmad Muzani menanggapi desakan publik agar Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyusul setelah AS dan Israel yang merupakan anggota BoP justru melancarkan serangan militer terhadap Iran.
Muzani menyatakan bahwa keputusan untuk tetap bertahan atau keluar dari keanggotaan BoP harus didasarkan pada kesepakatan kolektif. “Tetapi sekali lagi, itu harus atas kesepakatan bersama-sama,” ujar Muzani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia sangat mungkin untuk menarik diri dari dewan tersebut. Terlebih, Presiden Prabowo Subianto telah mengisyaratkan langkah serupa menyusul eskalasi konflik yang terus meningkat di Timur Tengah.
“Bagi Indonesia, masuk dan keluar dari BoP adalah sesuatu yang bisa saja terjadi, seperti yang beberapa kali disebutkan oleh Presiden. Kita bisa keluar kapan saja,” tegas Muzani.
Ia menjelaskan bahwa mandat utama BoP seharusnya adalah mempercepat proses kemerdekaan, pembangunan, rekonstruksi, dan rehabilitasi di Palestina, serta menciptakan gencatan senjata (ceasefire).






Komentar