Akibat Kekeringan, BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan Air Bersih ke Masyarakat

Pemerintahan16 Dilihat

Penyaluran air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi terus diperluas

BeTimes.id– Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi mengatakan penyaluran air bersih terus dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat musim kemarau yang diperkirakan hingga September 2026.

Hingga Minggu (12/7) pukul 23.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Delta Mas telah melayani 20 titik distribusi air bersih di enam desa pada tiga kecamatan  hingga mencapai 575.000 liter.

Pihaknya, terus  memantau perkembangan kondisi di lapangan, karena distribusi air bersih dilakukan sesuai hasil asesmen serta permohonan dari pemerintah desa agar masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih dapat segera terlayani,” ujarnya.

Data BPBD, sebanyak 2.416 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan mencakup enam desa di tiga kecamatan, yakni Cibarusah, Serang Baru, dan Bojongmangu.

Penyaluran air bersih meliputi Desa Ridogalih di Kecamatan Cibarusah, Desa Nagasari di Kecamatan Serang Baru, serta Desa Sukamukti, Sukabungah, Medalkrisna, dan Karang Indah di Kecamatan Bojongmangu tersebar  di 20 titik distribusi yang menjadi prioritas.

Dari total 575.000 liter air bersih yang telah disalurkan, BPBD mendistribusikan 380.000 liter, PMI 170.000 liter, dan Delta Mas memberikan dukungan sebanyak 25.000 liter.

Menurut Dodi, kolaborasi antara pemerintah daerah, Perumda Tirta Bhagasasi sebagai penyedia air bersih, lembaga kemanusiaan, dan sektor swasta menjadi faktor penting mempercepat penanganan dampak kekeringan.

BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta perangkat daerah  untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat menggunakan air secara hemat selama musim kemarau serta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD.

“Personel, armada, dan stok air bersih tetap siaga. Jika ada wilayah baru yang terdampak, distribusi akan segera dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *