BeTimes.id– Aplikasi teknologi biodekomposer terbukti efektif dan cepat dalam menguraikan sumber bau di badan air. Hal tersebut terbukti saat penyemprotan biodekomposer di Waduk Ria Rio, Pulomas, Jakarta Timur, yang ditinjau langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno, Jumat (31/7).
Penyemprotan dilakukan menggunakan dua unit drone yang menyebar 600 liter biodekomposer di atas permukaan waduk seluas enam hektare. Menariknya, bau menyengat yang awalnya mengganggu para peserta kawasan waduk berkurang secara signifikan hanya dalam waktu 15 menit setelah aplikasi.
“Secara umum, proses penghilangan bau efektif dalam waktu sekitar satu jam. Namun, pada demonstrasi di Waduk Ria Rio ini, sekitar 15 menit penyemprotan selesai, bau sudah relatif tidak tercium lagi,” ujar Kepala Divisi Lingkungan Hidup dan Pertanian Yayasan Mega Gotong Royong (YMGR), Edward Tanari.
Edward menjelaskan, biodekomposer bekerja secara biologis dengan menguraikan bahan organik yang menjadi sumber bau, bukan sekadar menutupi aroma tidak sedap dengan wewangian.
Efek ini akan terus bertahan selama tidak ada penambahan material organik baru. Selain itu, dari sisi produksi, biodekomposer tergolong efisien, murah, dan dapat diproduksi secara massal hanya dalam kurun satu minggu.
