Bagikan berita kami:

Be-Times.id-Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat Hilman Hidayat prihatin dengan banyaknya pengaduan dari Kepala Sekolah dan pejabat dari berbagai Kabupaten dan Kota terkait ulah oknum wartawan yang meresahkan. Bahkan, ada yang lompat dari jendela hanya untuk menghindari waartawan.
Pengaduan secara tertulis itu, membuatnya miris. Karena ulah oknum itu, dinilai tidak sesuai dengan profesi wartawan yang seharusnya melaksanakan tugas secara profesional. Apalagi, ada yang sampai membuat ketakutan. “Ada Kepala Sekolah yang terpaksa keluar dari pintu jendela hanya untuk menghindari oknum wartawan,” katanya pada pelantikan pengurus PWI Perwakilan Bekasi di gedung Wibawa Mukti Pemda Kabupaten Bekasi, Kamis (14/2).
Di Jawa Barat ada sekitar 1.200 anggota PWI, namun yang aktif hanya 800 orang dan yang sudah mengikuti uji kompetisi bari 600 orang.
Uji kompetisi ini sesuai Undang-undang pers yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para wartawan.
Sebab, selama ini masih ada wartawan yang tidak.memahami kode etik jurnalistik. Bahkan yang lebih menyedihkan, ada yang tidak bisa membuat berita. “Ketika saya menguji, ternyata masih ada yang tak bisa membuat berita. Wartawan itu mengaku beralih profesi karena terpaksa,  dan tidak memahami cara membuat berita,” katanya.
Uji kompetensi wartawan (UKW) ini diharapkan bisa diikuti para wartawan. Maka, kepada Ketua PWI Bekasi Melodi Sinaga, Ketua PWI Jabar meminta supaya terus melakukan penertiban bagi anggotanya.
Jalin koordinasi dengan semua pihak demi terlaksananya uji kompetensi itu, tandasnya.
Karena itu,  pengurus PWI Bekasi diharapkan terus mensosialisasikan tentang tugas dan tanggungjawab wartawan serta kode etik jurnalistik.
Sementara itu,  Ketua PWI Bekasi Melodi Sinaga dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk mendukung program yang akan dilaksanakan organisasi ini. Profesi wartawan adalah profesi yang mulia, sehingga harus dijaga agar tidak tercemar. Makanya, dalam programnya, uji kompetensi akan digelar dalam waktu dekat.
Pihaknya juga akan melakukan komunikasi dengan berbagai pihak sebagai mitra. Kalau selama ini kehadiran pers dianggap sebagai momok, ke depan harus menjadi mitra dalam pembangunan. Kritikan menjadi masukan demi pembangunan ke arah yang lebih baik lagi. Pihaknya juga terbuka bagi setiap wartawan yang belum menjadi anggota. “Silahkan bergabung, karena PWI ini sebagai wadah. Mari sama-sama menjadikannya sebagai organisasi yang dihargai,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Asda 3 Pemkab Bekasi Suhup mewakili Plt.Bupati Eka mengatakan, tahun ini telah mengalokasikan anggaran pelaksanaan UKW untuk 60 orang wartawan, sedangkan Kabag Humas Kota Bekasi Sajekti mewakili Walikota Rahmat Effendi juga mengalokasikan dana untuk 50 wartawan. (hem)

 


Bagikan berita kami:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *