Minimnya Pelayanan Kesehatan, Warga Cakung Berharap Dibangun RSUD 

Politik225 Dilihat

 

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak. (Foto:Ral)

BeTimes.id – Warga Cakung, Jakarta Timur mengakui sampai saat ini tidak memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Sehingga jadi kendala ketika masyarakat mengalami sakit yang membutuhkan perawatan rawat inap. 

“Itu kendala masyaraka. Kalau ada tiba-tiba masyarakat sakit sulit untuk dilarikan ke rumah sakit mana. Paling yang ada Puskesmas. Sayangnya, Puskesmas di Ujung Menteng gak ada dokter atau tenaga medis standby (bertugas) 24 jam,” ujar tokoh masyarakat Ujung Menteng Komaruddin, dalam “Serap Aspirasi Masyarakat” dalam Reses Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak, di Warung Makan dan Pemancingan, Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (16/11) malam.

Hadir dalam reses Lurah Ujung Menteng Nasrudin, tokoh agama Tubagus Supriyono dan lapisan elemen masyarakat.

Komaruddin menuturkan, jika Puskesmas stanby dokter jaga 24 jam maka akan sangat membantu bagi masyarakat Cakung dalam pelayanan kesehatan.

“Ya kalau  ada sakit parah dilarikan ke RSUS Koja Jakarta Utara. Jaraknya saja sudah jauh. Apalagi sulitnya melarikan warga ke rumah sakit kendala tidak adanya mobil ambulabce yang membawa,” kata Komaruddin.

Hal senada juga dikemukakan Warga Cakung Timur Dhea Lestari. Bila ada warga bersalin mengalami kesulitan dilarikan ke rumah sakit mana.

Dhea berharap warga Cakung memiliki RSUD. Sehingga masyarakat dapat pelayanan kesehatan dengan baik. “Kami merasa seperti dianak tirikan ketimbang wilayah Jakarta lainnya. Masa ukuran Jakarta masalah RSUD sampai sekarang gak punya,”tambah Dhea.

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2014, jumlah penduduk Cakung sekitar 523.159 penduduk.

Sementara, Anggota Komisis B DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak mengapresiasi keinginan warga adanya RSUD. Dia akan akan menyampaikan aspirasi warga ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bila ada rapat kerja.

“Untuk pengadaan RSUD  itu ranah Komisi E yang membidani kesejahteraan. Tapi Komisi B bidang Perekonomian punya hubungan kerja dengan Jakarta Protindo akan saya sampaikan keinginan warga pentingnya RSUD,”tukas Gilbert.

Gilbert mengapresiasi langkah warga Cakung yang ingin dibangun RSUD. Namun, Gilbert mengakui sangat sulit direalisasikan pada pagu anggaran 2020.

“Apalagi Pemprov DKI mengalami defisit anggaran Rp 6,7 triliun. Ini juga salah satu faktor terhalangnya merealisasikan RSUD. Tapi usulan warga bisa disampaikan untuk dimasukan ke pagu anggaran tahun 2021,”ujarnya. (Ral)

Komentar