Refleksi Setahun Kepemimpinan Bupati Bekasi

Hukum337 Dilihat

BeTimea.id-Delapan program Eka Supria Atmaja sejak dilantik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil jadi Bupati Bekasi tanggal 12 Juni 2019 lalu, menjadi prioritas.

Pembenahan di berbagai sektor itu, dituangkan dalam semangat Bekasi Baru Bekasi Bersih yang  dilakukan bersama jajaran Kepala Perangkat Daerah. Dan 8 program unggulan itu adalah  Infrastruktur, Pendidikan, Ketenagakerjaan, Pelayanan Publik, Kesehatan, Ekonomi Kreatif dan Seni Budaya, Tata Kelola Pemerintahan dan Lingkungan Hidup.

Di bawah kepemimpinan ayah 3 anak ini, daerah industri terbesar di Asia Tenggara sudah melakukan berbagai pembangunan daerah, melahirkan berbagai inovasi, serta meraih penghargaan pihak eksternal.

Bahkan, dalam setahun kepemimpinannya, daerah yang berbatasan dengan ibu kota Jakarta ini, menerima sejumlah penghargaan tingkat Nasional dari berbagai kementerian, badan dan lembaga, seperti Opini WTP ke-5, Gelar Awya Pariwara, Proklim 2019, dan Kabupaten Sehat – Swasti Saba Padapa, serta sejumlah penghargaan lainnya.

Kabupaten Bekasi juga memperoleh penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) RI, yang mendorong Pemkab Bekasi memperbanyak taman ramah anak. Taman Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) pertama telah dibangun di Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur yang menuai antusiasme masyarakat.

Dalam sektor infrastruktur, daerah lumbung padi Jawa Barat ini, terus melakukan pembangunan untuk memberikan fasilitas terbaik bagi masyarakat. Seperti  bulan Juli tahun lalu, memperbaiki jalan rusak di Babelan, di samping  peresmian Jembatan Pebayuran-Rengasdengklok di Februari tahun ini. Pada bulan yang sama, Bupati Bekasi memberi perhatian di Bidang Pendidikan dengan renovasi SDN Samudera Jaya 04 Tarumajaya.

Masyarakat pun dapat menikmati beberapa kemajuan di bidang kesehatan. Bahkan, saat ini  telah memiliki Public Safety Centre (PSC) 119 yang merupakan layanan gratis kegawatdaruratan umum dan kebidanan.

Faktor penting lainnya yang jadi perhatiannya, yakni normalisasi sungai dan penanganan sampah di sepanjang dataran, seperti Kali Jambe, Kali Busa atau Kali Menir, Kali Pisang Batu, dan Kali di sepanjang Jalan Abu Bakar.

Pemkab juga terus mengimbangi kemajuan teknologi dalam sektor Pelayanan Publik melalui inovasi aplikasi berbasis online yang dinamakan Bebunge atau Bekasi Nyambung Bae yang akan terintegrasi dengan call centre 112 untuk memudahkan masyarakat dalam Pelayanan Publik.

Daerah ini, juga sudah meluncurkan aplikasi iBekasikab  Oktober tahun lalu. Aplikasi perpustakaan digital ini  untuk memudahkan masyarakat agar dapat membaca buku-buku pilihan dan meminjam buku secara gratis via online dan offline.

Di tahun pertama  menjabat, masih banyak agenda serta pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya Kampung Berseka dan BEBENAH pada bidang infrastruktur. Program BEBENAH untuk membangun ataupun memperbaiki rumah warga  yang sudah tidak layak huni. Rencananya, sebanyak 2.000 rumah akan dibantu untuk di renovasi.

Impelentasi Pendidikan Berkarakter, pembukaan Mall Pelayanan Publik, Universal Health Coverage, Diorama Sejarah Gedung Juang, Smart Village (Tata Kelola Pemerintahan), Environment Pollution Control Manager (bidang lingkungan hidup).

Meski agenda tersebut harus sedikit tertunda akibat  pandemi Covid-19 yang mewabah hampir di seluruh penjuru dunia, termasuk di Kabupaten Bekasi. Kini, pemerintah daerah lebih memfokuskan diri terhadap penanganan Covid-19, serta pemulihan berbagai dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan akibat adanya pandemi ini.

(Adv/hem)

Komentar