Bagikan berita kami:

BeTimes.id-Tujuh pejabat eselon IIB maju untuk mengisi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten yang akan ditinggalkan Uju karena pensiun tanggal 1 Juli 2021 mendatang. Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja telah menyerahkan penjaringan bakal calon pejabat tertinggi birokrat di daerah industri terbesar Asia Tenggara ini ke panitia seleksi (pansel). 

Ketujuh pejabat eselon II semuanya bertugas di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi bersaing memperebutkan jabatan paling bergengsi yaitu pejabat pimpinan tinggi pratama tersebut. Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan Carwinda, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dedy Supriyadi, Kepala Dinas Pariwisata Encep Supriatin Jaya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ida Farida, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Peno Suyatno, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sutia Resmulyawan, dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Setda Kabupaten Bekasi R Yana Suyatna. Mereka sudah melewati fase pertama, yakni seleksi administrasi dan dinyatakan lulus.

Kepala Bidang Pengembangan ASN pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bekasi Rismanto kepada media mengatakan terdapat lima tahapan lain sebelum hasil akhirnya diumumkan.

Pertama, penelusuran rekam jejak jabatan, integritas dan moralitas yang dilakukan tim pansel mulai 21 Mei-10 Juni, Kedua, asesmen center yang dilakukan disela penelusuran rekam jejak tanggal 2-4 Juni, Ketiga, penulisan makalah yang dilaksanakan sehari, tanggal 4 Juni. Keempat, tes kesehatan dan kejiwaan tanggal 8 Juni, Kelima, wawancara akhir tanggal 14 Juni. Wawancara menjadi tahapan akhir dari proses seleksi sebelum kemudian diumumkan hasilnya tanggal 16 Juni 2021 mendatang.

“Secara administrasi ketujuh calon Sekda itu, sudah memenuhi kriteria dan harus mengikuti tes kemampuan yang dilakukan tim seleksi pansel. Yang penting, sudah berkemampuan dan mengikuti tes open bidding. Nanti dilihat kemampuannya dan kesehatan,” kata Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja SH.

Para tokoh sebagaimana dirangkum SMSI Bekasi Raya. memberikan pendapat terhadap figur calon Sekda Kabupaten Bekasi. HK Damin Sada (Ketua Umum Jawara Jaga Kampung/Jajaka Nusantara), mengatakan rekam jejak menjadi seorang Sekda sangat penting. Tidak pernah berurusan dengan aparat penegak hukum, terlebih pernah menerima suap dan melakukan penyimpangan lainnya, tidak cari muka terhadap atasan tapi propesionlisme yang dikedepankan.  Sebagai pejabat, tidak harus semua persoalan bekerjasama dengan Bupati, kecuali kerjasama yang baik dan legal serta tidak melanggar aturan dan hukum. Sekda Kabupaten Bekasi harus cepat dan tegas mengambil keputusan, tidak membiarkan masalah berlarut-larut dan tak jelas.

H.Wasju Juanda, S.IP (Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bekasi) berharap, Sekda Kabupaten Bekasi ke depan, harus yang jujur, disiplin, tanggungjawab, bisa kerjasama dengan semua pihak demi membangun Kabupaten Bekasi yang lebih baik, terutama harus bisa bekerjasama dengan Bupati dan DPRD dan visioner.

Heri Noviar, S.E (Ketua Kamar Dagang dan Industri/ KADIN Kabupaten Bekasi, mengatakan sebagai pengemban jabatan struktural tertinggi, Sekda mempunyai tugas membantu Bupati dalam penyusunan kebijakan dan pengoordinasian administratif terhadap pelaksanaan tugas Organisasi Perangkat Daerah serta pelayanan administratif. Sekda sebagai penerima mandatori dari kuasa pemilik modal (KPM) harus mampu membuat BUMD sehat dan Perusda lebih bergairah, agar lebih berkontribusi pada peningkatan PAD. Harus berani mengambil langkah, dengan mengedepankan profesionalisme kerja di struktur manajemen OPD, BUMD dan Perusda tanpa ada hegemoni dari pihak pihak tertentu.

Harun Al Rasyid (Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Islam 45 Bekasi), mengatakan Sekda harus memiliki jiwa pemimpin, karena memimpin seluruh birokrat dan menjadi contoh sebagai pelayan publik.

Obing Fachrudin (Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri/ KADIN Kabupaten Bekasi), menyebutkan daerah ini kan dipimpin Eka Supria Atmaja sendiri, maka seorang Sekda harus orang yang mampu bekerja ekstra dan sejalan dengan bupati.

Faisal Hafan Farid (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat), berpendapat peran Sekda sangat penting karena sebagai MixMaker yang memadukan semua perencanaan, mengomandoi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat melaksanakannya dan mengevaluasi apakah sesuai dengan visi Bupati.
H.Daris, S.H (Politisi), menegaskan siapapun Sekdanya, Kepala Dinasnya, itu hanya perangkat. Masalah bukan ada di perangkatnya.

H.Zaini Saidi (Pengusaha), menjelaskan Kapasitas dan integritas serta loyaliatas lah yang utama karena Sekda itu kerja 24 jam asal jangan kepentingan politik yang didahulukan, Kabupaten Bekasi butuh orang yang bisa mengayomi dan menjadi contoh bagi para bawahannya.

H. Zakaria (Penggagas Pembangunan Bekasi Utara), berpendapat Sekda Kabupaten Bekasi ke depan diharapkan yang dapat bersinergi antara daeŕah dan pusat demi tercapainya pembangunan skala nasional agar tujuan keadilan merata dapat terwujud🙏.

Menurut Anwar Sholeh (Ketua L-KPK Kabupaten Bekasi), Kabupaten Bekasi membutuhkan sosok Sekda yang tidak pernah ada masalah secara hukum dan bukan figur orang yang suka menjualbelikam jabatan kepada ASN dan menjual nama Bekasi untuk kepentingan pribadi, kelompok dan golongannya. Bekasi perlu sosok yang amanah dan berpengalaman.

Ergat Bustomy, Ketua Umum KOMPI (Komite Masyarakat Peduli Indonesia), mengatakan Sekretaris Daerah adalah pemegang jabatan karier tertinggi bagi ASN di daerah sekaligus pembina kepegawaian daerah. Karena itu, sosoknya harus memiliki kepribadian, integritas, moralitas dan disiplin yang baik serta kompetensi manajerial maupun teknis pemerintahan. Harus memahami situasi daerah, harus memahami situasi dan kondisi lokal (local wisdem), sehingga sejalan dengan masyarakat daerah itu sendiri”._

Ano Susanto, S.T (Ketua Esa Asa Kita): Peran Sekda sebagai pejabat yang berwenang dan menjadi leading administrasi pemerintahan, harus menjadi motor penggerak ASN untuk memiliki tiga aspek. Yakni, kualifikasi, kompetensi dan kinerja dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat, sehingga mampu mendorong percepatan kesejahteraan rakyat.

Bram Ananthakuanantha (Ketua Indonesia Pintar Dalam Edukasi/ INSPIRASI): Sekda harus sosok yang mampu mengemban fungsi koordinasi dan pelayanan teknis, mau memberikan penilaian kinerja terhadap bawahannya dan mau mendengar saran serta masukan semua perangkat yang terlibat, memiliki sifat progresif, kreatif dan komunikati.

Rohmat Demong (Direktur Bumdes Mekarwangi, Cikarang Barat):Sekda sebagai orang paling atas dari ASN harus menjalankan benar anak-anak buah kedinasannya dengan baik dan sesuai tupoksinya agar fungsi pemerintahan berjalan dengan baik, jangan terbawa-bawa kondisi politik praktis,.

Hendriyanto, S.Kom., M.T.I (Ketua ICMI Muda Kabupaten Bekasi):”Pada hakekatnya bahwa setiap manusia adalah pemimpin (minimal memimpin diri sendiri) dan akan dimintai pertanggungjawaban maka seorang calon pemimpin agar amanah, adil, jujur, berdedikasi tinggi, bijaksana, cerdas, yaitu mampu menyelesaikan persoalan secara tepat dan cepat serta menepati janjinya pada saat pra jabatan baik kepada Tuhan dan masyarakat.

Rizky Purnomo (Ketua Bidang OKK BPC HIPMI Kab. Bekasi) sangat berharap Sekda mendatang dapat bekerjasama dengan Bupati Bekasi untuk lebih meningkatkan perekonomian masyarakat di bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif sebagai program unggulan pasca pandemi.

Sedangkan Codri (Pengusaha) menegaskan yang terbaik saja, yang punya hati jujur dan mau membangun Kabupaten Bekasi dengan baik.
Dan Neneng Hasanah (Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa untuk Kabupaten Bekasi pada Kemendes PDT RI):”Ibu Ida (Ida Farida, Kepala DPMD Kab. Bekasi_red) ikut ya. Kalo gitu saya jagokan beliau. Visioner beliaunya. (*/hem)


Bagikan berita kami:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *