Sudin Tamhut Jakarta Pusat, Lakukan Penataan Taman dan Jalur Hijau

Peristiwa250 Dilihat

Pohon di Petojo Enclek Jakarta Pusat, disiram petugas.

BeTimes.id-Kepala Sudin Pertamanan dan Hutan Kota ( Sudin Tamhut ) Jakarta Pusat, Mila Ananda mengungkapkan, tahun ini, pemeliharaan dan penataan akan dilakukan di beberapa lokasi termasuk jalur hijau.

Jalur hijau yang ada di kawasan Petojo Enclek, Kelurahan Petojo Selatan, Gambir jadi bagian yang entrans jalan masuk yang ada patung Adipura ini akan ditata, saat ini sedang tahap perencanaan konsepnya sedang dibuat, jelas Mila, Selasa ( 13/6 ).

Ia menuturkan, saat ini sudah berjalan 6 penataan yaitu di Taman Sukabumi, Menteng, Taman Ternate di Belakang Roxi, Gambir, Pemagaran di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Taman Pekalongan, Menteng, penataan pagar di Jalan Percetakan Negara, Johar Baru dan satu lokasi ada ruang terbuka hijau pembebasan dari Dinas Pertamanan Hutan Kota DKI Jakarta masih kosong yang berlokasi di permukiman padat di Jalan Kali Baru Timur, Kecamatan Senen.

“Untuk penataan di Jalan Kali Baru Timur ini akan dibagun taman interaksi dan edukatif dengan konsep tanaman herbal seperti kembang teleng, kumis kucing, rosella dan lain-lain, “ kata Mila.

Sementara penataan di Jalan Soeprapto merupakan penataan KSD-nya Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta dan Walikota Jakarta Pusat. “Lokasinya tidak hanya di Jalan Soeprapto saja tetapi sampai Jalan Ahmad Yani. Ini keterpaduan ruang terbuka dan ruang biru,” jelas Mila.

Penataan Kawasan Strategi Daerah (KSD) di Jalan Soeprapto, pihaknya telah membangun 3 kolam retensi dari rencana 4 dan selanjutnya akan dibangun didepan sate Maranggi.

“Tiga kolam retensi yang sudah dibangun di Jalan Soeprapto yaitu di Balai Tekstil ada dua kolam yakni didepan dan didalam serta terakhir didepan Siloam Agora, “ ujar Mila.

Sudin TamhuT sangat beruntung di kolam retensi depan Siloam Agora ada sumber air tanah, jarang di Jakarta, di tengah kota ada sumber air tanah seperti mata air.

“Ini bagus bisa mengundang biota air dan bisa menjadi tempat transit unggas burung yang migrasi. Berbagai jenis tanaman hias ditamani dan rencanaya nanti akan ada pohon endemic seperti pohon salam, buni dan lainnya untuk memikat unggas burung,”ucapnya.

Penataan KSD di sepanjang Jalan Soeprapto luasnya mencapai 5.000 meter persegi, mulai dari Balai Tekstil Sampai Arah Alkal ( eks Cocacola ).” kemudian nanti berlanjut ke Jalan Ahmad Yani, ini baru tahap perencanaan karena targetnya itu B 09. Insyaallah tahun ini targetnya bisa selesai,” tegas Mila.

Mila Ananda menambahkan, dalam penataan kawasan tersebut, kami berkolaborasi dengan instansi terkait seperti Sudin Sumber Daya Air, Bina Marga, Sudin KPKP dan semuanya dibawah koordinasi Walikota Jakarta Pusat.

“Jadi kami tidak menggunakan pihak ketiga tetapi swakelola dengan mempekerjakan PJLP serta material yang ada, “ tandasnya.

Di Jakarta Pusat sangat terbatas ruang terbuka hijau, untuk pengembangan pembebasan lahan sangat sulit karena dominasinya kegiatan ekonomi dan perumahan.

“Alhamdulillah, berkat supporting dari Bapak Walikota Jakarta Pusat, fasos fasum seperti halnya di Jalan Soeprapto diserahkan ke Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat untuk dikelola, jadi penambahan diharapkan bisa dari fasos fasum, “ imbuhnya. (Ralian)

Komentar