Bahkan, Tiongkok kini adalah negara yang mampu melampaui perkembangan teknologi Barat, khususnya Amerika Serikat.
Rubin mengemukakan, pengalaman dirinya berpergian ke negara Tirai Bambu itu kini sudah berubah tidak seperti era 1970-an, sudah menggunakan robot untuk membersihkan taman.
Tidak menggunakan tenaga manusia. Dia mengimbau, agar para wisudawan/i setelah lulus bukan selesai dalam belajar, akan tetapi tantangan dalam panggilan pelayanan semakin tinggi nyata ke depan.
“Apalagi menghadapi AI dimana robot dengan digitalisasi mampu memberikan jawaban yang dibutuhkan manusia. Bahkan, di negara Eropa dalam berkotbah sudah menggunakan AI, ini menjadi tantangan bagi para pelayan Tuhan melihat perkembangan teknologi sekarang ini,” tambahnya.
Menurutnya, perubahan semakin cepat dalam pelayanan publik. Bahlan, lanjut Rubin, jasa pelayan Taxi bukan lagi menggunakan tenaga manusia, tetapi mesin.
