Nelayan Muaragembong Kembangkan Budidaya Ikan Air Payau

Bisnis63 Dilihat

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan saat berkunjung ke lokasi budidaya ikan air payau

BeTimes.id–Para nelayan di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi mengembangkan budidaya ikan air payau yang memiliki prospek pasar yang luas, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. 

Seperti yang dilakukan warga Kampung Biongbong, Desa Pantai Mekar, mereka berinovasi mengembangkan budidaya ikan air payau, sebagai komoditas baru dari sektor perikanan hasil tangkapan nelayan. Pengembangan ikan ini pun, dinilai mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat. 

Budidaya ikan air payau di pesisir utara ini bahkan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bekasi. Dimana, ikan yang biasa hidup di air laut, seperti bawal bintang, kerapu, bilah dan kakap putih, dikembangbiakan di akuarium dengan air payau. 

“Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan sempat berkunjung, melihat langsung pengembangan, budidaya ikan air ini, pada saat Safari Ramadan kemarin,” ujar penggiat budidaya ikan payau, Anawan Suherman, Selasa (7/5). 

Tentang proses pengembangan ikan laut di air payau tidaklah mudah. Karena ikan harus beradaptasi, dan hal ini perl keahlian tidak biasa dan perlu kesabaran ekstra. 

Anawan yang akrab disapa Aang, menjelaskan singkat proses ikan-ikan tersebut hingga mampu dikembangkan secara intens. 

“Prosesnya memakan waktu hingga delapan bulan. Itupun perlu sangat berhati- hati,” katanya. 

Ikan yang dipilih untuk dibudidayakan memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena, ikan yang dihasilkan merupakan produk yang biasa di ekspor ke luar negeri. 

Misalnya, ikan kakap putih yang saat ini masih menempati urutan pertama ekspor. Bahkan untuk ekspor ke luar negeri atau kebutuhan dalam negeri, perlu kerjasama dengan pengembang air payau lain dari wilayah Jawa timur hingga Lampung. 

“Dengan banyaknya peminat jenis ikan air payau, dan peluang pasar yang prospektif, budidaya ini mampu mengembalikan rasa lelah dengan nilai ekonomi tinggi,” lanjutnya. 

Selain itu, hal lain yang perlu di perhatikan yakni lokasi tambak, dengan kadar berbeda dari air laut hingga ke air payau. 

“Selain ikan komersil, potensi yang ada di Muaragembong banyak, dari budidaya udang, kepiting dan bandeng. Inipun yang saat ini sudah maju, dan terus dikembangkan oleh nelayan di sini,” terangnya. 

Aang menambahkan, wilayah pesisir utara Muaragembong sangat memungkinkan menjadi lokasi pengembangan budidaya ikan air payau. Hal ini didasari pada banyaknya jenis ikan di sepanjang jalur laut Kabupaten Bekasi. 

Ia mengatakan, sudah seyogianya pengembangan ikan air payau mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, sehingga dapat meningkatkan produksi yang lebih baik. 

“Dari sisi ekonomi, ikan air payau memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi. Selain untuk kebutuhan ekspor, untuk pasar lokal saja kita kurang. Untuk mengirim ke Jakarta saja kita mengambil dari wilayah lain, Jawa timur hingga Lampung,” ujarnya.  (adv)

Komentar