Atasi Longsor dan Erosi, Mahasiswa IPB University Salurkan 300 Bibit Tanaman Vetiver di Desa Sukarama Cianjur

Peristiwa343 Dilihat

BeTimes.id– Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB University yang bertugas di Desa Sukarama melaksanakan kegiatan “Roots of Resilience: Akar Kuat, Desa Selamat” sebagai upaya mitigasi bencana longsor dan erosi tanah di wilayah rawan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat 23 Januari 2026 ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan serta keselamatan masyarakat Desa Sukarama.

“Program Roots of Resilience ini menjadi salah satu cara kami membantu Desa Sukarama dalam mengantisipasi risiko longsor di beberapa lokasi rawan. Kami berharap penanaman vetiver ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi keamanan lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujar Joshua Osmond Nathaniel Manurung, selaku Koordinator Desa Tim KKN IPB University di Desa Sukarama, dalam rilisnya kepada wartawan, Kamis (29/1).

Tim KKN IPB University di Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini terdiri dari Joshua Osmond Nathaniel Manurung, Etin Cahyani, Hanif Muhammad Fadhil, Amarendra Maharashtra Usada, Arthur Ryonard P, Aubrey Naftali Sitorus, Kayla Azzahra Ristyvia, Linlin Asri Ayuni, Raden Fitzal Bintang N W

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi geografis Desa Sukarama yang di beberapa wilayah memiliki kontur tanah miring dan berbukit sehingga berpotensi mengalami erosi dan longsor, terutama saat intensitas hujan tinggi. Salah satu wilayah yang terindikasi rawan longsor adalah Cibubuay, yang beberapa tahun lalu sempat mengalami kejadian longsor dan berdampak pada lahan di sekitar permukiman warga.

Menurut Joshua. Program Roots of Resilience menjadi salah satu program kerja Tim KKN IPB University di Desa Sukarama yang berfokus pada penanaman vetiver (akar wangi) sebagai langkah mitigasi longsor dan erosi tanah berbasis lingkungan.

Sementara itu, Bapak Tato, selaku Ketua RW 01, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengaku merasa terbantu dengan adanya penanaman vetiver di wilayahnya. “Kami sangat terbantu dengan adanya penanaman vetiver ini. Semoga ke depannya dapat membantu mencegah terjadinya longsor, khususnya di daerah Cibubuay yang sebelumnya pernah terdampak,” ungkapnya.

Sebagai bentuk aksi nyata, Tim KKN IPB University menyalurkan sebanyak 300 bibit vetiver (akar wangi) yang dikenal memiliki sistem perakaran kuat dan mampu menahan pergerakan tanah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 110 bibit ditanam langsung di sekitar area Jembatan Gantung Alun-Alun, yang merupakan salah satu titik dengan potensi erosi akibat aliran air dan aktivitas masyarakat.

Sisa bibit vetiver selanjutnya dititipkan kepada Ketua RW 01, Bapak Tato, untuk ditanam di wilayah Cibubuay, khususnya di sekitar lahan yang terdampak longsor pada tahun-tahun sebelumnya. Penanaman ini diharapkan dapat memperkuat struktur tanah serta meminimalkan risiko terjadinya longsor susulan di wilayah tersebut.

Melalui program Roots of Resilience: Akar Kuat, Desa Selamat, diharapkan penanaman vetiver dapat menjadi langkah mitigasi bencana yang berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan bencana sejak dini. Kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan Desa Sukarama.(ralian)

Komentar