Nota Kesepahaman DKI Jakarta dan Banten Tentang Pengembangan Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Pemerintahan70 Dilihat

Ditegaskan, pola kolaborasi yang sebelumnya diterapkan dalam pembangunan MRT Utara-Selatan akan kembali digunakan, termasuk menggandeng institusi internasional dan dukungan pembiayaan dari Kementerian Keuangan untuk memperkuat struktur pendanaan proyek.

“Kami lakukan yang sama untuk mengembangkan Fase 2 Kembangan-Balaraja yang akan segera kita persiapkan, kita matangkan. Termasuk studinya dan saya menaruh harapan,” ungkap Pramono. 

Ia menargetkan dalam kurun satu hingga dua tahun ke depan pembangunan fisik sudah dapat dimulai. Mudah-mudahan 1-2 tahun ke depan sudah bisa dimulai pembangunannya. Kalau itu bisa dilakukan akan sangat baik bagi Jakarta sendiri, bagi Banten, dan tentunya bagi transportasi yang ada di Indonesia,” kata dia. 

Hal senada, Gubernur Banten Andra Soni  menyampaikan, Provinsi Banten memiliki keterkaitan mobilitas yang sangat tinggi dengan Jakarta karena sebagian besar warganya bekerja di ibu kota. “Kami berbatasan langsung dengan Ibu Kota, dan warga kami sebagian besar itu bekerja di Jakarta. Dan kemudian pada malam hari mereka kembali ke Jakarta (maksudnya: kembali ke Banten), dan pada jam-jam tersebut maka kemacetan terjadi juga di tempat kami,” ujar Soni. 

“Pagi hari kemacetan terjadi di Jakarta, malam hari kemacetan terjadi di wilayah Provinsi Banten. karena semua masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi. Bahkan dalam satu rumah ada beberapa kendaraan pribadi yang keluar masuk ke Jakarta,” katanya. 

Komentar