Menurut Puan, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa program pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan sekolah gratis.
Dia menilai, kebutuhan penunjang pendidikan seperti buku dan alat tulis masih menjadi persoalan serius bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Program-program pendidikan terutama beasiswa dan bantuan pendidikan harus bisa mengatasi persoalan ini,” tegas Puan.
Dia juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam mengenali kondisi sosial ekonomi peserta didik agar tidak ada anak yang merasa terbebani secara psikologis karena keterbatasan ekonomi.
“Sekolah harus bisa memetakan latar belakang anak didiknya, dan memastikan setiap kebutuhan pendidikan dapat diberikan,” ujar Puan.
Selain sektor pendidikan, Puan menilai, kasus di Ngada tidak bisa dilepaskan dari persoalan kemiskinan struktural. Karena itu, dia meminta pemerintah memperluas jangkauan program bantuan sosial hingga ke daerah-daerah.










Komentar