Puan: Jangan Sampai Ada Lagi Nyawa Hilang Karena Tidak Mampu Beli Buku dan Pulpen

Nasional138 Dilihat

“Kita perlu lihat persoalan di Ngada secara jauh lagi, kasus ini muncul karena kemiskinan. Sehingga negara harus menghilangkan akar masalah kemiskinan,” ungkap Puan.

Oleh karena itu, Puan mendorong agar kebijakan pendidikan diselaraskan dengan berbagai program bantuan sosial karena saling berkaitan.

“Program-program Pemerintah harus diarahkan untuk mengatasi persoalan mendasar dalam kasus ini, yaitu kemiskinan,” tegas Puan.

Diketahui, kematian YBS (10), yang diduga akibat bunuh diri, adalah tragedi kemanusiaan. Siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, itu putus asa dengan keadaan yang dialaminya. Saat meminta uang untuk membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp 10.000, ibunya MGT (47) menjawab: mereka tak punya uang. 

Bagi keluarga mereka, mendapatkan uang dengan nominal itu memang tidak mudah. Rp 10.000 saja sulit bagi mereka yang tergolong masyarakat miskin. MGT bekerja sebagai petani dan buruh serabutan. Ia janda yang menafkahi lima anak. 

Bahkan, untuk mengurangi beban MGT, korban diminta tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun di sebuah pondok. Tak jauh dari pondok itulah korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dahan pohon cengkeh pada Kamis (29/1).

Komentar