Bunuh Diri Siswa SD di NTT, Menteri PPPA: Cukuplah Sekali dan Terakhir

Pemerintahan202 Dilihat

Ina meminta negara bertanggung jawab atas peristiwa tewasnya YBS (10) yang sebelumnya tak mampu membeli buku dan pena.

Ina menegaskan, insiden memilukan ini tidak akan terjadi bila negara memberikan perlindungan terhadap anak, termasuk hak pendidikannya.

Diketahui, Siswa SD di Kabupaten Ngada itu diduga mengakhiri hidupnya karena putus asa dengan kondisi ekonomi keluarganya.

Saat meminta uang kurang dari Rp 10.000 untuk membeli buku dan pena, ibunya, MGT (47), menjawab bahwa mereka tidak memiliki uang.

Bagi keluarga yang hidup dalam kemiskinan, nominal tersebut memang tidak mudah didapatkan. MGT bekerja sebagai petani sekaligus buruh serabutan. Ia seorang janda yang harus menafkahi lima anak.

Bahkan, untuk mengurangi beban sang ibu, korban sempat diminta tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun di sebuah pondok. Tak jauh dari pondok itulah korban ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/1).

Komentar