Tren penurunan harga tersebut menunjukkan adanya keseimbangan kembali antara pasokan dan permintaan setelah distribusi diperkuat dan arus barang dari daerah produsen mulai stabil dalam beberapa hari terakhir.
“Harga sudah mulai terjangkau, karena jika membeli Rp10 ribu sekarang jumlah cabai yang diperoleh tentu jauh lebih banyak dibandingkan saat harga berada di titik tertinggi sebelumnya,” katanya.
Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi terus melakukan pengawasan rutin maupun insidentil guna memperoleh data riil di lapangan sebagai dasar perumusan kebijakan pengendalian yang tepat sasaran dan terukur.
“Pengawasan ini penting agar kami mendapatkan data yang benar-benar valid dan faktual, kemudian diolah menjadi informasi kondisi riil pasar sehingga langkah intervensi yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
DIjelaskan, bahwa ketika kondisi pasar dinilai kurang stabil atau terjadi lonjakan harga di wilayah tertentu, pihaknya akan segera melakukan intervensi pasar dengan dua strategi utama, yakni menyasar pedagang terdampak serta masyarakat yang berada di titik harga tinggi.
“Intervensi pasar dilakukan dengan menggandeng BUMN seperti PT Rajawali Nusantara Indonesia dan Perum Bulog, sehingga operasi pasar dapat dilaksanakan secara bersama-sama dan berdampak langsung terhadap stabilitas harga,” paparnya.










Komentar