Bertemu JK, Lintas Tokoh Suarakan Keprihatinan atas Krisis Kepemimpinan Nasional

Nasional83 Dilihat

Pertama, pengalaman JK sebagai mantan Wapres, ketua partai, hingga juru damai dianggap krusial untuk membicarakan krisis kepemimpinan global agar dampaknya tidak merusak tatanan dalam negeri.

“Mengulang kata Pak JK, pemimpin tidak boleh hanya menggunakan insting dan cara-cara instan,” tegas Feri.

Kedua, para tokoh ingin mendalami aspek ekonomi dalam penyelenggaraan negara sebagai bahan evaluasi demi perbaikan di masa depan.

Suara kritis juga datang dari representasi mahasiswa, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto. Ia menekankan bahwa agenda ini bukanlah gerakan politik praktis, melainkan pertemuan moral rakyat sebagai penumpang “bus besar” bernama NKRI.

“Sopirnya Prabowo, kernetnya Gibran, awaknya menteri; rakyat sebagai penumpang layak menegur sopir,” kata Tiyo.

Ia menilai kondisi “bus” Indonesia saat ini sudah mulai rapuh dan memerlukan perbaikan segera agar tidak melenceng dari tujuan bernegara.

Komentar