Bertemu JK, Lintas Tokoh Suarakan Keprihatinan atas Krisis Kepemimpinan Nasional

Nasional87 Dilihat

Senada dengan itu, Andhyta F. Utami (Afu) dari Think Policy menyoroti pentingnya peran institusi serta pengembalian marwah trias politica dan check and balances. Ia berpendapat bahwa kebijakan publik harus berbasis akuntabilitas dan pelembagaan yang kuat, bukan pendekatan individual.

“Peran masyarakat sipil kini makin terpinggirkan dan sulit memberi masukan, seolah-olah sedang diisolasi,” ungkap Afu.

Pertemuan ini dihadiri spektrum tokoh lintas sektor dan generasi. Dari dunia usaha hadir tokoh senior Anton J. Supit, William Sabandar (IBC), hingga CEO Tempo Arief Zulkifli. Sektor masyarakat sipil dan akademisi diperkuat Diah Saminarsih (CISDI), Yanuar Nugroho (Nalar Institute), Titi Anggraeni (Perludem), hingga Mandira Bienna Elmir (FIM), serta sejumlah ASN muda dari berbagai daerah.

Menanggapi masukan tersebut, Jusuf Kalla menegaskan kesiapannya untuk terus memberikan masukan bagi perbaikan negara.”Tidak ada pembicaraan yang bertujuan mengganggu, apalagi menjatuhkan,” tegas JK.

Ia memperingatkan bahwa tanpa evaluasi kebijakan yang mendalam, Indonesia akan menghadapi situasi sulit di masa depan, terutama pada sektor dunia usaha, pendidikan, dan kesehatan. (ralian)

Komentar