Rayakan Hari Perempuan Internasional, Tokoh Aktivis Soroti Isu Perundungan di Tempat Kerja

Hukum47 Dilihat

Ia juga menyoroti hambatan internal di kalangan perempuan sendiri. Menurutnya, sikap saling menjegal dan kurangnya soliditas masih menjadi kendala dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

“Perempuan harus menguatkan perempuan, jangan saling melemahkan. Maju atau tidaknya perempuan terletak pada diri mereka sendiri,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana YFAS, Felix Silitonga, berharap peran perempuan dapat lebih maksimal di masa depan.

Ia juga mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan dukungan terhadap keterlibatan perempuan di berbagai sektor.Isu krusial juga disampaikan oleh Ketua Departemen Perempuan Gerakan Serikat Buruh Mandiri (GSBM), Nalia.

Ia mengungkapkan data keprihatinan terkait relasi sesama perempuan di dunia kerja.”Sebanyak 58 persen perundungan di tempat kerja justru dilakukan oleh sesama perempuan, dan 90 persen korban kekerasan adalah perempuan.

Seharusnya kita bergandeng tangan, bukan saling menjatuhkan,” ungkap Nalia.Sementara itu, Ketua Departemen Perempuan Serikat Pengemudi Online Indonesia (SPOI), Rika, mengajak rekan sejawatnya untuk lebih berempati.

Ia menilai perempuan memiliki etos kerja yang rajin dan konsekuen. “Perempuan tidak sendiri. Mari kita bangun lingkaran kekuatan bersama,” pungkasnya. (ralian)

Komentar