BeTimes.id– Dalam semangat solidaritas bersama perempuan Nigeria, jemaat Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Cililitan, Jakarta Timur, menyelenggarakan ibadah Hari Doa Sedunia (HDS) 2026, Minggu (15/3).
Perayaan tahun ini mengusung tema “Aku Akan Memberi Kelegaan Kepadamu, Datanglah” yang diangkat dari Matius 11:28-30. Ibadah berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Nigeria, tampak banyak jemaat mengenakan ikat kepala khas busana perempuan negara Afrika Barat tersebut.
Tata ibadah HDS 2026 sendiri disusun oleh Komite HDS (World Day of Prayer) Nigeria. Di dalamnya, jemaat diajak menyelami pergumulan tiga perempuan Nigeria—Tata Beatrice, Jato, dan Blessing yang menderita akibat penindasan sistematis, kekerasan berbasis agama, kemiskinan, hingga keputusasaan.
Meski menyentuh hati, kesaksian tersebut tidak dimaksudkan untuk memicu pesimisme, melainkan menunjukkan bagaimana penyertaan Tuhan mampu memberikan kelegaan bahkan di situasi tersulit sekalipun.
Dalam khotbahnya, Penginjil Rosmalina Damanik menyoroti berbagai bentuk “kegelapan” yang masih membelenggu manusia saat ini, mulai dari okultisme, penyimpangan moral, hingga maraknya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).“Kekerasan dalam rumah tangga juga dialami perempuan Nigeria, sebagaimana jeritan tiga perempuan yang dikisahkan tadi. Di Indonesia sendiri, kasus serupa terus meningkat dengan korban mayoritas kaum perempuan dan anak-anak.
Melalui HDS ini, kita berdoa bersama umat Kristen sedunia sebagai bentuk solidaritas nyata atas penderitaan mereka,” tegas Rosmalina.
Ia menambahkan bahwa kunci dalam menghadapi kegelapan adalah keberanian untuk datang kepada Tuhan tanpa menunda-nunda. “Sesuai tema Matius 11:28, kata ‘Datanglah’ berarti kita harus bergerak sekarang juga. Kasih Tuhan jauh lebih besar dari segala persoalan. Kita pun diutus untuk menjadi anak-anak terang di tengah dunia,” pungkasnya.
Sejarah HDS di NigeriaGerakan HDS di Nigeria merupakan kesaksian kuat atas persatuan perempuan Kristen lintas denominasi.
Sejak diperkenalkan tahun 1961, HDS Nigeria terus berkembang menjadi wadah kerja sama ekumenis yang menyuarakan isu-isu sosial, politik, dan ekonomi yang berdampak pada keluarga serta komunitas.
Kepercayaan bagi Nigeria untuk menyusun tata ibadah tahun 2026 ini bermula dari Pertemuan Internasional HDS di Brasil pada Agustus 2017.
Meski saat itu komite nasional mereka masih dalam tahap awal pengorganisasian, kepercayaan besar ini dijawab dengan komitmen untuk menyebarkan pesan anugerah dan kelegaan bagi dunia. (ralian)












Komentar