BeTimes.id– Matahari di ufuk Lampung terasa berbeda pagi itu. Bagi keluarga besar Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Paskah tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah perjalanan untuk menemukan wajah Tuhan di tempat-tempat yang sering terlupakan.
Dalam balutan kesederhanaan, Pengurus Pusat (PP) GMKI bersama cabang-cabang dari Lampung, Palembang, dan Jambi berkumpul dengan satu misi menghidupkan makna kebangkitan di balik jeruji besi dan di tengah tawa anak-anak yatim.
Langkah kaki rombongan bermula di Rutan Kelas I Bandar Lampung. Di sana, dinding-dinding beton yang dingin mendadak hangat oleh nyanyian syukur. Kunjungan kasih ini menjadi pengingat bahwa kuasa Allah tidak dibatasi oleh ruang.
Bagi para warga binaan, kehadiran GMKI adalah pesan lembut bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam duka maupun upaya memperbaiki diri.Kebahagiaan berlanjut pada sesi “Jumat Ceria” di Panti Asuhan Kasih Nusantara.
Di mata anak-anak ini, Paskah hadir melalui pelukan dan perhatian nyata. GMKI tidak datang dengan tangan hampa, mereka membagikan Alkitab Terjemahan Baru (TB) 2 sebagai kompas spiritual bagi masa depan generasi muda ini.










Komentar