Modus Kaki Terlindas di Bekasi: Pelaku Tolak RS, Tapi Kuat Menendang Mobil Hingga Penyok

Hukum525 Dilihat

BeTimes.id– Malam yang seharusnya menjadi perjalanan keluarga biasa bagi Dian Novita Ramadhani (28) berubah menjadi mimpi buruk yang meninggalkan trauma mendalam.

Di bawah temaram lampu sekitar Flyover Kranji, Bekasi Barat, Rabu (22/4), Dian dan anak-anaknya terjebak dalam aksi dugaan pemerasan yang agresif.

Sekitar pukul 20.00 WIB, saat lalulintas sedang padat merayap, seorang pria tiba-tiba muncul dari kegelapan. Dengan wajah murka, ia menghampiri mobil Dian yang tengah berhenti dan berteriak, “Ini kaki gue kelindas!” Intimidasi di Tengah Kemacetan.

Tudingan tiba-tiba itu seketika memicu kepanikan di dalam kabin mobil. Suami Dian berusaha tetap tenang, meminta maaf, dan mengajak pelaku bicara baik-baik.

Namun, respons yang diterima justru tindakan anarkis.Pria tersebut mengamuk. Ia merusak kaca spion dan menendang badan mobil dengan kekuatan besar hingga kendaraan bergoyang dan penyok.

Di dalam, tangis anak-anak Dian pecah.“Kami jadi trauma dan takut kalau lewat situ. Anak-anak saya nangis, syok semua. Kami takut pelaku membawa senjata tajam,” ungkap Dian dengan suara bergetar saat dihubungi, Jumat (24/4).

Kecurigaan Dian mulai muncul saat ia melihat kejanggalan pada perilaku pelaku. Meski mengaku kakinya terlindas mobil, pria itu justru menolak mentah-mentah saat diajak ke rumah sakit untuk pengobatan.“Dia tidak mau kasih tahu bagian mana yang kelindas. Tapi anehnya, dia bisa nendang mobil kencang sekali sampai penyok,” ujar Dian.

Pelaku tampaknya tidak mengincar perawatan medis, melainkan lembaran rupiah. Di tengah tekanan massa yang mulai berkerumun, keluarga Dian diarahkan untuk menepi. Di sanalah “transaksi” paksa itu terjadi.

Pelaku awalnya meminta uang ganti rugi sebesar Rp1 juta. Karena merasa tidak bersalah namun terdesak situasi yang mencekam, suami Dian akhirnya menyerahkan Rp500.000 agar drama tersebut berakhir.

Cerita pilu Dian yang viral di media sosial melalui akun Threads-nya menarik perhatian publik. Banyak warga sekitar menyebut bahwa aksi serupa bukan pertama kalinya terjadi di kolong Flyover Kranji.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Bekasi Barat AKP Wahyudi menyatakan bahwa hingga Jumat siang, pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban.

Meski demikian, langkah antisipasi mulai diambil.“Kami akan tingkatkan patroli dan melakukan penyelidikan di lokasi tersebut untuk memastikan keamanan warga,” tegas Wahyudi.

Kini, Dian hanya bisa berharap tidak ada keluarga lain yang harus mengalami teror serupa terjepit di antara kemacetan dan ancaman pemerasan yang mengatasnamakan kecelakaan. (ralian)

Komentar