Plt Bupati Bertakziah ke Rumah Korban Kecelakaan Kereta

Uncategorized26 Dilihat

Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja melakukan Takziah kerumah Korban Kecelakaan KAI, Nurlela M. Pd. Bertempat di Kp. Ceger Desa Tanjung Baru Cikarang Timur


BeTimes.id– Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bertakziah ke kediaman keluarga Nurlaela di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur, kemudian ke keluarga korban lainnya, termasuk Adelia Rifani di Wanasari, Cibitung. Kunjungan dilakukan sebagai bentuk empati pemerintah daerah terhadap keluarga korban.

Asep Surya Atmaja, mendatangi rumah duka korban kecelakaan antara KRL Commuter Line 5568 Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek 4 di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, kami turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Asep saat melayat ke rumah duka almarhumah Nurlaela (30) di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru.

Dalam keterangannya, Asep memastikan jumlah korban meninggal dunia sementara sebanyak tiga orang. Sementara itu, data korban luka masih dalam proses penelusuran karena belum sepenuhnya teridentifikasi.

“Yang meninggal dunia penduduk Kabupaten Bekasi dipastikan ada tiga orang, sedangkan yang luka masih ditelusuri karena datanya masih simpang siur,” katanya.

Salah satu korban meninggal diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Jakarta Timur yang sehari-hari menggunakan kereta sebagai moda transportasi.

Pemkab berkomitmen menanggung kebutuhan penanganan medis seluruh korban luka, termasuk biaya operasi dan tindakan lanjutan.

“Pemkab siap menjaminkan seluruh kebutuhan penanganan medis korban,” tegasnya.

Pihaknya  tengah melakukan pendataan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi untuk memastikan jumlah warga yang menjadi korban, baik yang dirawat inap maupun di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Data sementara mencatat total 35 korban, terdiri dari tiga orang meninggal dunia, dua orang telah dipulangkan, 13 orang menjalani perawatan inap, 15 orang berada di IGD, serta dua orang dirujuk ke rumah sakit lain.

Proses pendataan disebut mengalami kendala karena sejumlah korban mengalami trauma berat dan tidak membawa identitas.

“Beberapa korban masih dalam kondisi shock, bahkan ada yang tidak membawa identitas, sehingga belum bisa diajak komunikasi secara maksimal,” jelasnya.

Asep menambahkan, insiden ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya terkait aspek keselamatan di perlintasan kereta api. Pemkab Bekasi berencana melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan kecelakaan sebagai langkah antisipasi.

“Kami akan petakan jalur rawan untuk mencegah kejadian serupa terulang,” tandasnya.(***) 

Komentar