Selain itu kata dia, pentingnya penertiban perlintasan liar yang dinilai menjadi salah satu faktor risiko kecelakaan. Ia meminta Dinas Perhubungan bersama pemerintah daerah dan KAI untuk segera duduk bersama melakukan pendataan seluruh perlintasan sebidang yang rawan dalam waktu 30 hari. “Palang liar wajib ditutup. Nyawa lebih mahal dari akses potong jalan,” katanya.
Ia berharap percepatan pembangunan infrastruktur pengganti seperti flyover dan underpass sebagai solusi jangka panjang. Ia menekankan agar pemerintah pusat dan daerah memprioritaskan anggaran dari APBN dan APBD untuk pembangunan tersebut.
“Tahun ini kita bicara korban, jangan tahun depan kita bicara lagi,” ujarnya.
Ahmad Murodi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak saling menyalahkan, melainkan saling merangkul dan bekerja sama dalam meningkatkan keselamatan bersama.
“Mari kita merangkul, tidak hanya saling menyalahkan. Kita awasi bersama dan bekerja sama untuk menyelamatkan semua,” tutupnya. (Adv/DPRD)






Komentar