KAI Bangun Tugu Peringatan di Stasiun Bekasi Timur dan Tutup 235 Pelintasan Sebidang

Pendidikan22 Dilihat

BeTimes.id– Jejak duka di Stasiun Bekasi Timur akan segera dipatri dalam sebuah monumen. Sepekan pasca-insiden memilukan yang mempertemukan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Jakarta–Cikarang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan rencana pembangunan tugu peringatan di lokasi kejadian.

Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai simbol arsitektural, melainkan sebagai bentuk penghormatan abadi bagi 16 nyawa yang melayang dalam tragedi tersebut.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa tugu ini akan menjadi pengingat kolektif bagi internal KAI maupun masyarakat luas.”Kami berencana membangun tugu di sini. Kami mohon dukungannya,” ujar Bobby saat meninjau lokasi, Senin (4/5).

Rasa Kehilangan yang MendalamHingga saat ini, area stasiun masih dipenuhi hamparan karangan bunga dari publik—sebuah pemandangan yang menurut Bobby mencerminkan duka yang melintasi batas institusi.

Ia menekankan bahwa KAI memosisikan diri sebagai bagian dari keluarga korban yang tengah berduka.”Ini adalah bagian dari rasa belasungkawa kami. Kehilangan ini sangat besar, dan kami ingin hadir sepenuhnya bagi keluarga para korban,” tuturnya dengan nada emosional.Selain komitmen simbolis, pendampingan nyata terus dilakukan bagi 90 korban luka yang masih berjuang di rumah sakit.

Komentar