Jejak Air Keras dan Kesaksian Sang Jenderal: “Itu Bukan Operasi, Tapi Kenakalan”

Hukum130 Dilihat

“Kalau operasi intelijen itu betul-betul dijalankan, Andrie itu akan menguap kalau tidak menyublim,” ujar Ponto.

Ruangan hening sejenak.

Kalimat itu adalah metafora dingin tentang bagaimana dunia intelijen bekerja rapi, senyap, dan tanpa jejak. Jika benar itu adalah operasi negara, menurut Ponto, nama Andrie Yunus mungkin hanya akan menjadi catatan kaki yang hilang dalam sejarah, bukan tajuk utama berita atau berkas perkara yang ditumpuk di meja hakim.

Ponto menekankan bahwa intelijen sejati adalah hasil dari pelatihan melelahkan selama enam bulan, dipilih dari sosok-sosok terbaik, dan digerakkan hanya untuk satu kompas. Kepentingan Strategis Negara.

Pemicu di Balik Seragam

Lantas, jika bukan operasi intelijen, apa yang terjadi pada keempat terdakwa yang notabene adalah orang-orang terdidik dan terlatih? Ponto melihatnya sebagai “kenakalan” orang-orang terpilih yang kehilangan kendali saat menghadapi pemicu emosional.”Kita tidak tahu di dalam hatinya ada apa yang sedang bergejolak,” katanya sembari menganalisis psikologi para prajurit itu.

“Tetapi ketika menemukan pemicu, maka muncullah ide-ide kenakalan seperti ini.”Di mata Ponto, aksi ini adalah bukti sebuah kecerobohan yang impulsif. Para pelaku dari perwira hingga bintara dianggapnya gagal melihat risiko jangka panjang. Mereka meninggalkan jejak yang begitu benderang hingga menyeret mereka sendiri ke balik jeruji besi.

Komentar