Jejak Air Keras dan Kesaksian Sang Jenderal: “Itu Bukan Operasi, Tapi Kenakalan”

Hukum209 Dilihat

BeTimes.id– Di dalam ruang sidang Pengadilan Militer II-08 Jakarta Timur yang kaku, Kamis siang itu (7/5), sebuah istilah yang biasanya terdengar sepele meluncur dari bibir seorang jenderal purnawirawan bintang dua.

“Kenakalan.”Laksda TNI (Purn) Soleman B. Ponto, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, duduk tenang di kursi saksi ahli. Di hadapannya, empat prajurit TNI berseragam rapi duduk tegap sebagai terdakwa.

Mereka dituduh melakukan aksi yang jauh dari kata ringan, menyiramkan air keras ke tubuh Andrie Yunus.

Namun, bagi Ponto, serangan yang merusak fisik korban itu bukanlah sebuah desain besar dari institusi telik sandi. Ia menyebutnya sebagai sisi gelap dari emosi prajurit yang gagal dikendalikan.

Antara Bayang-Bayang dan Realita

Dengan kacamata khas dan nada bicara yang lugas, Ponto membedah anatomi operasi intelijen di depan majelis hakim. Baginya, menyeret-nyeret nama “operasi intelijen” ke dalam kasus penyiraman air keras ini adalah sebuah kekeliruan logika yang fatal.

Komentar