Di Balik Angka Rp9.920 Triliun: Ambisi, Utang, dan Keyakinan Menkeu Purbaya

Nasional348 Dilihat

Namun, yang menarik dalam paparan kali ini adalah cara sang Menteri membandingkan posisi Indonesia di kancah global. Ia melirik negara tetangga dan negara maju dengan nada bangga yang sulit disembunyikan.

Singapura dengan beban utang 180% terhadap PDB-nya, atau Malaysia yang sudah melewati ambang 60%.”Kita termasuk paling hati-hati dibanding negara-negara sekeliling kita,” tegasnya. Baginya, angka utang yang jumbo ini adalah konsekuensi dari pembangunan, namun tetap dalam kendali yang presisi.

Sebuah Harapan akan ApresiasiAda momen unik saat Purbaya mengungkapkan sedikit rasa frustrasinya terhadap narasi publik yang menurutnya terlalu muram.

Di tengah upaya keras kementeriannya menjaga stabilitas fiskal, ia merasa apresiasi yang datang masih terlampau minim.”Jadi kalau lihat dari itu, harusnya Anda puji-puji kita,” katanya setengah berseloroh, namun dengan pesan yang tajam.

“Cuma enggak pernah, kan? Kenapa Anda lihat dari sisi negatif terus?”Sentimen ini muncul di tengah fakta bahwa struktur utang Indonesia kini jauh lebih mandiri. Sebesar 87,22 persen atau sekitar Rp8.652,89 triliun kini berbentuk Surat Berharga Negara (SBN). Artinya, pemerintah lebih banyak berutang kepada pasar melalui instrumen investasi daripada sekadar mengandalkan pinjaman dari lembaga internasional atau negara lain.

Komentar