Untuk menghadapi tantangan ini, Tito menawarkan lima strategi yang harus dijalankan secara paralel:
Deradikalisasi: Diberikan kepada pihak yang telah terpapar agar kembali ke pemahaman moderat dan nilai-saan.
Kontra-radikalisasi: Membangun daya tangkal masyarakat sejak dini terhadap ideologi ekstrem.
Penguatan kontra-ideologi: Melibatkan tokoh berpengaruh dari dalam kelompok itu sendiri (insider) agar pesan moderasi lebih mudah diterima.
Pemutusan saluran penyebaran: Memperkuat patroli siber dan kontra-narasi di ruang digital demi membendung cepatnya penyebaran ideologi via platform digital.
Penyelesaian persoalan sosial-ekonomi: Solusi jangka panjang, khususnya di wilayah yang rentan.










Komentar