GMNI Jaktim Putar ‘Pesta Babi’, Romy Jiwaperwira: Pembangunan di Papua Serampangan!

Politik186 Dilihat

BeTimes.id– Ruangan di Agenda 45, Tebet, Jakarta Selatan sore itu mendadak hening. Di balik temaram lampu, layar memutar visual pilu berdurasi 1 jam 29 menit.

Film dokumenter bertajuk “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” garapan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Jakarta Timur itu baru saja usai, namun amarah dan keprihatinan di dalam ruangan justru baru dimulai.

Film tersebut merekam dengan telanjang bagaimana tanah adat warga Papua direnggut paksa atas nama pembangunan. Hadir sebagai pembicara, Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, Romy Jiwaperwira, tidak bisa menyembunyikan kegeramannya.

Baginya, apa yang tersaji di layar adalah bukti nyata runtuhnya amanat konstitusi.”Mengacu pada film dokumenter Pesta Babi, kita semua dapat merasakan bahwa negara telah gagal menjalankan amanat Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945,” ujar Romy dengan nada getir.

Alumni Universitas Padjadjaran ini menegaskan, kritik ini harus menjadi otokritik bersama. Ia menilai, setiap proyek pembangunan beserta perencanaannya wajib menyelesaikan isu sosial masyarakat yang terdampak terlebih dahulu, bukan justru menggusurnya.

Komentar