Sebelum pelaksanaan jambore tingkat kota, telah dilaksanakan rangkaian seleksi mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga penilaian tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur pada 21–22 Juli 2026. Dari proses tersebut terpilih 10 Posyandu terbaik dan 109 kader Posyandu berprestasi sebagai perwakilan dari 10 kecamatan untuk mengikuti seleksi tingkat kota.
Dalam kegiatan itu, Walikota didampingi Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin serta Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur Arief Wahyudhy.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur, Arief Wahyudhy, menjelaskan kegiatan puncak jambore juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung, salah satunya talkshow mengenai komunikasi efektif dengan masyarakat guna membekali kader dalam meningkatkan partisipasi warga datang ke Posyandu.
Ia menambahkan, tantangan yang masih dihadapi adalah meningkatkan kehadiran ibu yang memiliki balita agar seluruh balita dapat dipantau tumbuh kembangnya secara rutin. Selain itu, pengembangan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) terus didorong agar pelayanan tidak hanya menyasar balita, tetapi juga remaja, lansia, dan kelompok usia produktif.
“Tingkat kehadiran masyarakat di Posyandu aktif saat ini sudah mencapai lebih dari 60 persen. Berbagai inovasi yang lahir dari masing-masing Posyandu diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk datang ke Posyandu dan nantinya mewakili Jakarta Timur pada tingkat Provinsi DKI Jakarta,” ungkapnya.
