Direktur Utama PT Pulo Mas Jaya, Robby Ferliansyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya PT Pulo Mas Jaya mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan Pulomas, khususnya Waduk Ria Rio.
“Penerapan teknologi biodekomposer yang ramah lingkungan ini diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi dan fungsi Waduk Ria Rio sehingga menjadi lebih bersih, sehat, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Ke depan, kawasan ini juga diharapkan memiliki nilai sosial dan ekonomi yang lebih baik,” ujar Robby.
Sementara itu, Perwakilan YMGR, Edward Tanari, menjelaskan bahwa biodekomposer bekerja secara biologis dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mempercepat penguraian bahan organik, bukan sekadar menutupi bau dengan wewangian.
“Secara umum proses penghilangan bau efektif dalam waktu satu jam, tetapi di Waduk Ria Rio efeknya sudah terasa dalam 15 menit. Efek ini bertahan selama tidak ada penambahan material organik baru,” kata Edward.

Selain untuk badan air seperti waduk dan saluran irigasi, teknologi yang bahan bakunya relatif efisien dan murah ini juga dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembuatan kompos di lubang biopori hingga pemrosesan biogas.
