BeTimes.id– Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan mengatakan, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya berencana merevitalisasi Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai 2027.
“Untuk pengembangan Pasar Kramat Jati, saat ini kita sedang dalam tahap untuk perencanaan. Dan insyaallah tahun depan kita sudah mulai untuk pembangunannya untuk revitalisasi Pasar Kramat Jati,” kata Agus saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Pasar Kramat Jati, Selasa (1/9).
Revitalisasi ini dilakukan di tengah penataan area Pasar Kramat Jati yang sedang berjalan. Penataan pasar tersebut tidak mudah karena pedagang sudah berjualan di sejumlah titik jalan selama lebih dari 50 tahun.
Pramono mengatakan, saat ini ada sekitar 614 hingga 640 pedagang yang sedang ditata. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menyiapkan beberapa lokasi untuk menampung mereka.
Sebanyak 331 pedagang akan ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7. Kemudian, 193 pedagang ikan dipindahkan ke Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati, 45 pedagang kue ke Lokbin Cililitan, dan 45 pedagang lainnya ke pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya.
Penataan dilakukan agar jalan dan ruang publik bisa kembali digunakan sebagaimana mestinya. Di sisi lain, pedagang tetap mendapat tempat untuk berjualan.
“Selain memberikan ruang untuk para pedagang bisa mencari nafkah sekaligus mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik,” ujar Pramono.
Namun, belum semua pedagang mendapat tempat karena kapasitas lokasi yang disiapkan terbatas.
Menurut Pramono, Pemprov DKI sudah menyiapkan pilihan lokasi tambahan yang letaknya tidak jauh dari Pasar Kramat Jati.
“Memang ada alternatif tempat yang saya sudah bisa dan sudah saya sampaikan kepada Pak Muhtarom untuk digunakan tempat itu. Mudah-mudahan itu bisa dipersiapkan dalam waktu yang singkat,” imbuhnya.
Pemprov DKI berharap lokasi tambahan tersebut bisa segera disiapkan sehingga pedagang yang belum mendapat tempat dapat segera dipindahkan. (ralian)






Komentar