Tekanan Ekonomi, Balita Tewas di Tangan Ayah Tiri

BeTimes.id– Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam mengungkapkan bahwa Alfian Rudiansyah (22), tersangka pembunuhan balita perempuan belum genap berusia dua tahun di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengalami tekanan ekonomi sebelum melancarkan aksinya.

Informasi mengenai latar belakang ekonomi tersangka ini diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan ahli psikologi forensik.

“Sampai saat ini, menurut keterangan ahli psikologi forensik, ada tekanan ekonomi yang dialami oleh tersangka. Tersangka memiliki dua orang anak, dan salah satunya adalah korban,” kata Seala dalam tayangan Kompas TV, Selasa (3/11).

Seala menjelaskan, Alfian sebelumnya bekerja sebagai joki koin di Merak, Banten. Setelah pindah ke kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, ia tidak memiliki pekerjaan tetap dan melakoni pekerjaan apa saja. Sementara itu, ibu kandung korban yang berinisial J (19) bekerja sehari-hari sebagai pengamen.

“Awalnya suaminya bekerja sebagai joki koin di Merak, lalu pindah ke Tanah Abang dan bekerja serabutan. Sedangkan istrinya, berinisial J, adalah pengamen,” jelas Seala.

Sebelumnya, J mengaku terpaksa menguburkan jasad anaknya secara diam-diam karena tidak memiliki biaya untuk proses pemakaman. Setelah korban meninggal dunia, J membungkus jasad anaknya dengan plastik hitam.

Ia kemudian memesan taksi daring dan turun di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, lalu berjalan kaki menuju lahan kosong di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Jasad balita malang tersebut dikuburkan di antara semak-semak dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter.

Polisi Pendalaman Dugaan Kekerasan Berulang

Pihak kepolisian saat ini masih mendalami kemungkinan adanya dugaan kekerasan berulang yang dialami korban sebelum meninggal dunia. Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dan lengkap dari tim kedokteran forensik serta psikologi forensik.

“Hal ini masih terus kami dalami karena kami masih menunggu hasil lengkap dari kedokteran forensik dan psikologi forensik,” ujar Seala. (Ralian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *