Kepala Dinkop Kabupaten Bekasi: UMKM Berperan Sebagai Tulang Punggung Perekonomian Daerah

Bisnis24 Dilihat

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Hasan Basri bersama perwakilan mitra usaha saat Kick
Off Program UMKM Naik Kelas Tahun 2026 dan Kurasi Kemitraan Bisnis UMKM

BeTimes.id– Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop) Kabupaten Bekasi, Hasan Basri mengatakan UMKM memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian daerah karena mampu bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Hal itu dikatakannya usai digelar Kick Off UMKM Naik Kelas Tahun 2026 dan Kurasi Kemitraan Bisnis UMKM dengan PT Indomarco Prismatama Tbk dan PT Victory Retailindo Tbk  di Gedung Wibawa Mukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (25/6).

Dalam kesempatan itu, sebanyak 52 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bekasi terpilih mengikuti Program UMKM Naik Kelas tahun 2026 yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat.

“UMKM terbukti mampu bertahan, menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa dan kecamatan di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan nasional,,” ujarnya.

Pemkab Bekasi menempatkan penguatan UMKM, salah satu prioritas pembangunan daerah untuk mewujudkan perekonomian yang semakin baik dan maju. Program UMKM naik kelas, bentuk komitmen untuk menghadirkan ekosistem usaha yang lebih kuat dan produktif.

“Pelaku UMKM didorong untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, memperoleh sertifikasi halal dan standardisasi produk, memperbaiki kemasan, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas akses pasar,” jelasnya.

Ia menilai kegiatan kurasi kemitraan bisnis yang melibatkan jaringan ritel modern menjadi langkah strategis dan menjadi pintu masuk bagi produk UMKM untuk jangkauan pasar yang lebih luas.

“Pelaku UMKM akan mendapatkan masukan mengenai kualitas produk, kemasan, standar keamanan pangan, konsistensi produksi, serta berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk memasuki pasar ritel modern,” tambahnya.

Hasan Basri  mengapresiasi PT Indomarco Prismatama Tbk dan PT Victory Retailindo Tbk yang telah membuka ruang kemitraan dan peluang kerjasama bagi produk-produk unggulan UMKM.

Melalui program UMKM naik kelas ini, mampu menghasilkan kemitraan yang inklusif dan berkelanjutan sehingga semakin banyak produk UMKM lokal di gerai-gerai ritel modern, sehingga diharapkan mampu bersaing dengan produk-produk dari daerah lain.

Sementara itu, Koordinator Pendamping UMKM Naik Kelas Kabupaten Bekasi, Yusup Junaedi menjelaskan, program UMKM Naik Kelas merupakan program pendampingan Diskuk Provinsi Jawa Barat.

Ada 52 UMKM terpilih melalui proses seleksi dan kurasi dari berbagai sektor usaha, mulai dari makanan dan minuman hingga berbagai sektor riil yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang.

Dijelaskan, peserta akan mengikuti pelatihan selama 3 bulan dan pendampingan selama 4 bulan yang melibatkan perguruan tinggi, komunitas, pelaku usaha serta mitra swasta untuk memperkuat kapasitas dan pemasaran produk UMKM yang lebih luas.

Menurut Yusuf, potensi UMKM di daerah ini sangat besar, tetapi tahun ini pendampingan difokuskan kepada 52 UMKM yang dinilai memiliki omzet, legalitas usaha, serta visi pengembangan bisnis yang baik.

“UMKM yang mengikuti program pendampingan ini, dipersyarakan minimal omzet Rp100 juta per tahun, dan beberapa tahun ke depan, omzetnya meningkat hingga mencapai Rp2 miliar sehingga bisa didampingi secara intensif di tingkat Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya.

Dalam mendukung transformasi digital UMKM, program ini juga menghadirkan pelatihan pemasaran digital melalui kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi dan perusahaan jasa logistik seperti JNE.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *