Simulasi Penanganan Bencana Massal Korban Kecelakaan Perkuat Kapasitas SDM PSC 119

Uncategorized64 Dilihat

Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menggelar simulasi bencana massal korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Gaharu, Kawasan Central Bekasi, Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat

BeTimes.id– Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Arief Kurnia, mengatakan Simulasi Penanganan Bencana Massal Korban Kecelakaan menjadi bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) PSC 119 agar semakin siap menghadapi berbagai kondisi darurat, terutama kejadian dengan korban dalam jumlah besar seperti kecelakaan beruntun maupun kebakaran di kawasan industri.

Hal itu dikatakan ketika simulasi yang diikuti sekitar 80 relawan ambulans, tenaga kesehatan, serta mitra pelayanan kegawatdaruratan dengan pemateri dan trainer dari Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) Dinas Kesehatan DKI Jakarta serta pemateri BPJS Ketenagakerjaan untuk penjaminan kecelakaan lalulintas yang diadakan Aula PSC 119 di Jalan Kaliandra Delta Silicon 2, Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Kamis (16/7).

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat kapasitas Public Safety Center (PSC) 119 sebagai garda terdepan layanan kegawatdaruratan.

“Simulasi bencana massal ini dilaksanakan untuk mempersiapkan personel PSC 119 dan relawan ambulans. Ketika terjadi kejadian darurat, seluruh petugas sudah memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing,” ujar dr. Arief.

Materi simulasi katanya, mencakup pembagian tugas setiap unsur di lapangan, mulai dari pengemudi ambulans, tenaga medis hingga proses triase untuk menentukan prioritas penanganan korban.

“Dokter, perawat hingga pengemudi ambulans harus mengetahui perannya masing-masing, sehingga penanganan korban dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai prioritas,” katanya.

Menurut dr. Arief, penguatan kompetensi personel akan terus diiringi dengan peningkatan sarana dan prasarana PSC 119. Layanan masih didukung tiga unit ambulans,  dua ambulans transport dan satu ambulans gawat darurat.

“Ke depan akan terus menambah armada ambulans agar pelayanan PSC 119 semakin optimal dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Dinas Kesehatan juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan kegawatdaruratan melalui Call Center 119 maupun aplikasi Tombol Sirine Kabupaten Bekasi yang terhubung langsung dengan pusat kendali PSC 119.

“Kami mengimbau masyarakat mengunduh aplikasi Tombol Sirine, sehingga cukup menekan tombol tersebut sehingga petugas dapat segera mengirimkan bantuan ke lokasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD PSC 119 Kabupaten Bekasi, Nalin Suhendrik, mengatakan keterlibatan 80 relawan ambulans dalam simulasi menjadi modal penting untuk memperkuat jaringan pelayanan kegawatdaruratan di daerah ini.

“Pelatihan ini bertujuan meng-upgrade kemampuan relawan dan personel PSC 119 agar lebih terampil menangani korban bencana massal. Semakin baik kompetensi petugas, semakin cepat masyarakat mendapatkan pertolongan,” ujarnya.

Penanganan kegawatdaruratan katanya, dilakukan melalui Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) yang menghubungkan PSC 119 dengan rumah sakit, puskesmas, serta relawan di berbagai wilayah.

“Ketika ada laporan masuk, akan dikerahkan ambulans terdekat dengan lokasi korban, sehingga dapat direspon lebih cepat demi  keselamatan korban,” katanya.

Ditambahkan,  seiring  jumlah penduduk yang terus bertambah, PSC 119 masih memerlukan penguatan sumber daya manusia, khususnya tenaga dokter, armada ambulans agar pelayanan dapat menjangkau seluruh wilayah secara lebih optimal.

“Kami berharap penguatan SDM, sarana, dan kolaborasi dengan relawan terus berjalan sehingga PSC 119 semakin siap memberikan pelayanan kegawatdaruratan yang cepat, profesional, dan mudah diakses oleh masyarakat,” pungkasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *