BPS Jakarta Catat 79 Ribu Sarjana Menganggur, Fresh Graduate Kini Lebih Fleksibel Pilih Pekerjaan

BeTimes.id– Tingkat pendidikan yang lebih tinggi belum menjadi jaminan bagi lulusan perguruan tinggi untuk langsung terserap ke dunia kerja. Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat sebanyak 79.125 lulusan perguruan tinggi di Jakarta menganggur pada Agustus 2025.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk kelompok sarjana tersebut mencapai 6,06 persen, naik signifikan dibandingkan Agustus 2024 yang berjumlah 56.146 orang (4,95 persen) dan Agustus 2023 sebanyak 61.869 orang (4,42 persen). Secara keseluruhan, total pengangguran di Jakarta pada periode yang sama mencapai 330.335 orang (6,05 persen).

Pengamat ketenagakerjaan Timboel Siregar menilai, salah satu akar masalah utama sulitnya lulusan perguruan tinggi masuk ke pasar kerja adalah ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri.

“Pasar kerja menginginkan kompetensi spesifik, tetapi sarjana yang datang tidak dapat memenuhi kompetensi tersebut. Perusahaan tidak hanya mencari orang yang memiliki ijazah, tetapi juga kandidat yang dapat menjalankan pekerjaan spesifik serta menguasai teknologi digital,” ujar Timboel.

Timboel menambahkan, pada masa awal mencari kerja, sebagian fresh graduate masih mendapatkan dukungan finansial keluarga sehingga memiliki ruang untuk memilih pekerjaan yang sesuai ekspektasi—kondisi yang kerap disebut sebagai “pengangguran mewah”. Namun, jika masa menganggur berlangsung terlalu lama hingga bertahun-tahun, pilihan pekerjaan akan bergeser dan persaingan menjadi kian berat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *