Indeks Kota Global Jakarta Meningkat, Kesbangpol Jaktim Dorong Demokrasi Damai

BeTimes.ud– Posisi Jakarta dalam pemeringkatan kota global menunjukkan peningkatkan signifikan. Berdasarkan hasil survei Global Cities Index (GCI) pada Oktober 2025, Jakarta menempati peringkat ke-71 dunia dari 156 kota, naik dari posisi sebelumnya di peringkat ke-74.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Bidang Pemerintahan, Fadhilannisa Apridini, dalam acara Ngobrol Pintar Masuk Sekolah/Masyarakat (Ngopi Mas) yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Timur di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (30/9).

Fadhilannis yang akrab disapa Desa mengungkapkan bahwa selain GCI, Jakarta juga berhasil menempati peringkat ke-53 dalam daftar 100 Kota Terbaik Dunia edisi Juni 2026 yang dirilis oleh Resonance Consultancy.

Tak hanya itu, berdasarkan rilis Oxford Economics pada September 2026, Jakarta menduduki posisi ke-140 dari 1.000 kota dunia. “Oxford Economics mengukur performa kota-kota dunia berdasarkan lima pilar utama, yaitu ekonomi, modal manusia, kualitas hidup, lingkungan, dan tata kelola,” ujar Desa.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Direktorat Politik Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri, M. Reza Yudistira, menyoroti isu-isu strategis nasional yang tengah hangat di media sosial dan media elektronik, salah satunya terkait Revisi Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu).

“Sampai saat ini pembahasannya masih ditunggu. Hal ini berkaitan dengan dinamika politik di lapangan, termasuk polarisasi, pro-kontra Parliamentary Threshold (PT), serta syarat pencalonan Presiden dan Wakil Presiden,” jelas Reza.

Reza menegaskan pentingnya mengedepankan gagasan demokrasi ketimbang isu suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA). “Perbedaan tidak boleh memicu kebencian. Kita harus mengantisipasi benturan sosial agar kampanye mendatang dapat berlangsung damai dan meminimalkan kekerasan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Timur, Eleazer Hutapea, menjelaskan bahwa kegiatan Ngopi Mas digelar untuk mempererat komunikasi antarpartai politik. “Membangun Jakarta Timur membutuhkan kebersamaan, meskipun terdapat perbedaan pandangan politik,” tutur Hutapea.

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, menyambut baik inisiatif tersebut dan menekankan kewajiban pemerintah daerah dalam melayani masyarakat. Ia juga mengapresiasi program sosialisasi pemilu yang terus menyasar pelajar kelas 2 dan 3 SMA.

“Rasa kekeluargaan di Jakarta Timur relatif terjaga dengan baik. Saya minta sosialisasi pemilu ke sekolah-sekolah terus dilaksanakan secara rutin agar seluruh sasaran teredukasi dengan maksimal,” kata Munjirin.

Acara Ngopi Mas yang mengusung tema Peningkatan Kemitraan Pemerintah Daerah dengan Partai Politik Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2026 ini dihadiri oleh perwakilan dari 18 partai politik peserta Pemilu 2024, jajaran Dewan Kota Jakarta Timur yang diwakili Heri Susanto, serta pengurus DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur. (ralian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *