Jakarta Timur Perkuat Tracing TBC Terintegrasi CKG, Sasar 100 Warga di Cililitan

BeTimes.id– Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan monitoring tracing tuberkulosis (TBC) terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Masjid Hikmatul Ilmi, RW 02, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/10).

Kegiatan yang didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin dan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kemenkes RI, Andi Saguni, tersebut menyasar 100 warga.

Andi Saguni mengatakan, integrasi tracing TBC dan CKG merupakan bagian dari implementasi Program Hasil Terbaik Cepat Presiden RI. Integrasi kedua program tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh sekaligus mendeteksi kasus TBC sedini mungkin agar penderita dapat segera memperoleh pengobatan hingga tuntas.

“Kegiatan ini juga untuk memastikan program berjalan lancar serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat terselenggara secara optimal,” ujar Andi.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum melalui CKG, antara lain pemeriksaan tekanan darah, profil lipid, dan gula darah atau diabetes melitus. Warga yang memiliki gejala TBC juga dapat menjalani pemeriksaan rontgen menggunakan X-ray portable untuk mempercepat proses diagnosis.

Selain itu, dilakukan penelusuran aktif terhadap penderita TBC serta tindak lanjut pengobatan hingga tuntas.

“Diharapkan melalui sinergi antara Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, dan Puskesmas setempat, taraf kesehatan masyarakat terus meningkat serta rantai penularan TBC di wilayah Jakarta Timur dapat ditekan secara signifikan,” kata Andi.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur, Arief Wahyudhy, mengatakan kegiatan tracing dilakukan sebagai upaya mencegah dan mengendalikan penyebaran TBC, khususnya di wilayah Jakarta Timur.

“Hari ini kita melanjutkan kegiatan tracing tuberkulosis terintegrasi CKG di wilayah Kramat Jati. Satu lokus dengan target 100 orang dari kontak erat, kontak rumah, atau populasi yang berisiko untuk mengikuti screening TBC sekaligus cek kesehatan gratis,” ujar Arief.

Arief menyebutkan, sepanjang 2026 terdapat 778 lokus yang menjadi sasaran prioritas tracing TBC di Jakarta Timur. Hingga 7 Oktober 2026, tracing telah dilaksanakan di 437 lokus.

Berdasarkan rekapitulasi per 7 Oktober 2026, sebanyak 38.328 peserta telah mengikuti pemeriksaan. Salah satunya melalui kegiatan di RW 02 Kelurahan Cililitan.

“Semoga dengan hari ini peserta yang diundang 100 orang bisa hadir semua. Tadi saya lihat sudah di atas 60, kalau enggak salah, yang sudah hadir,” katanya.

Arief menjelaskan, warga yang berdasarkan hasil tracing diduga mengalami TBC akan menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk pemeriksaan dahak. Sementara anggota keluarga yang melakukan kontak erat tetapi belum menunjukkan gejala akan ditindaklanjuti melalui pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

Ia mengimbau warga yang mendapatkan TPT agar mengonsumsi obat secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan. Masyarakat juga diharapkan memanfaatkan layanan screening kesehatan yang tersedia melalui program CKG maupun pemeriksaan TBC.

“Harapannya nanti keluarga yang mendapatkan TPT bisa minum obat secara rutin sesuai dengan anjuran dari tenaga kesehatan. Ke depan masyarakat juga bisa memanfaatkan setiap ada event screening kesehatan, baik CKG gratis ataupun cek tuberkulosis,” ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Timur Yan Murdian, Camat Kramat Jati Kamal Alatas, Lurah Cililitan Sukariya, serta Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Inda Mutiara.(Ralian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *