Pasien Dugaan Malpraktek RS Anna Kecewa Dengan Sikap Manejemen Dan Dokter

Peristiwa403 Dilihat

BeTimes.id – Ira Puspita Rahayu (IPR) pasien dugaan malpraktek kecewa dengan sikap manejemen Rumah Sakit (RS) Anna Jalan Raya Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi.

Pasalnya, paska operasi usus buntu sebelah kanan pihak RS tidak mau memberitahukan kenapa ada bekas seperti luka bakar yang terjadi di sebelah kiri perut. Hal ini disampaikan Ira Puspita Rahayu kepada bekasitimes.id, Rabu (6/3/2019).

Menurutnya, perlakuan yang diberikan pihak RS Anna dan manejemen sudah dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dan Ombudsman.

“Kita datang kesini beberapa kali untuk dipertemukan oleh dokternya, namun tidak mau. Saya juga tidak tahu apa alasannya,” kata Ira.

Kunjungan ke RS Anna kata Ira, sudah ke empat kali. Dan bertemu dengan dokter Bambang baru sekali, paska operasi.

“Janjinya dokter Yeni sama saya mau dipertemukan oleh dokter Bambang hari Senin, saya lupa tanggalnya. Namun hingga detik ini tidak pernah ada,” katanya.

Ira mengakui adanya undangan dari pihak rumah sakit tanggal 25 Februari untuk datang. Namun karena dirinya sedang berhalangan hadir sehingga diwakili keluarganya.

“Hingga kini saya belum tahu kejelasan penyakit ini, yang saya tahu dari dokter Bambang katanya Herpes,” jelasnya.

Tempat terpisah manejemen serta dokter RS Anna kompak mengklaim tidak ada malpraktek yang dilakukan oleh jajarannya.

Pasien atas nama IP, mengidap penyakit alergi. Dan itu dibuktikan dari status tulisan yang dibuatnya.

“Kita sangat perhatian dengan kondisi pasien ini, nyonya IP,” kata Bambang dokter spesialis bedah dalam jumpa pers, Rabu (6/3/2019).

Menurutnya, pasien ini adalah pasien lama RS Anna dan sudah pernah dirawat. Dan kondisi pasien ini alergi obat, hingga delapan obat.

Bambang juga sangat menyangkan tentang komentar ibu ini (IP) di beberapa media. Karena sangat merugikan pihak RS dan menyebut nama lanjut dia, pihak rumah sakit membantahnya.

“Pasien ini tanggal 10 Januari datang ke saya ke poli klinik bedah jam 18.20 dengan keluhan nyeri tekan disebelah kanan bawah perut,” katanya.

Pasien tersebut kata dia, sudah membawa hasil USG dari rumah sakit lain. Dengan kondisi seperti itu, dari pihak RS menyiapkan untuk dilakukan tindakan.

“Dia membawa hasil USG dari rumah sakit lain dan hasilnya radang usus buntu. Biasanya dengan pasien-pasien seperti ini kita siapkan. Karena ini bukan usus buntu yang akut, dan penyakit ini sudah berjalan lama,” katanya.

Disinggung solusi apa yang telah diberikan pihak RS kepada pasien dugaan malpraktek, Bambang mengklaim sudah beberapa kali pihak RS datang menemuinya, namun dibuli.

“Kita sudah melakukan mediasi sampai tiga kali kerumahnya, namun kita di buli. Kita mau mengobati pasien ini hingga sembuh,” kelitnya. (tgm)

Komentar