Soal SDN Pekayon Jaya III, Pemkot Bekasi Sepertinya Mementingkan Membangun Lembaga Vertikal

Pendidikan260 Dilihat

BeTimes.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sepertinya mementingkan membangun lembaga vertikal pada tahun 2017, dan tidak tanggung-tangggung untuk menggelontorkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tersebut.

Dalam catatan bekasitimes.id, Pemkot Bekasi pernah berencana membangun (tahap satu) gedung Polres pada tahun 2017 di Jalan Pangeran Jayakarta Depan Kantor Kelurahan Harapan Mulya Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi, dengan anggaran Rp5,2 miliar realisasi Rp1,1 miliar, namun fisik tersebut belum pernah terlihat.

Selain itu, Pemkot Bekasi juga tercatat pernah membangun Lembaga Permasyarakatan (LP) Bulak Kapal dengan nilai kontrak sebesar Rp74 miliar lebih pada tahun 2017-2018, namun ditengah jalan nasib proyek tersebut juga tidak ada yang mengetahuinya.

Ditahun yang sama, Pemkot Bekasi kembali membangun gedung baru Imgrasi yang berlokasi di Jalan Perjuangan, Kelurahan Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi dengan total anggaran Rp31,8 milyar,

Namun sangat disayangkan, dari tahun 2017 SDN Pekayon Jaya III siswanya masih belajar dengan cara lesehan.

Dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi baru akan menyiapkan pengadaan meubelair untuk sekolah negeri yang ada di Kota Patriot pada tahun 2019.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, SDN Pekayon Jaya III merupakan salah satu sekolah yang akan diprioritaskan.

“Masih dalam tahap pengadaan, tahun lalu kan kita engga ada anggaran buat pengadaan meubelair, nah sekarang baru dibeli, SD Negeri Pekayon Jaya III jadi prioritas,” kata Inayatullah, Jumat (13/9/2019).

Inay sapaan akrab Inayatullah, dalam APBD 2019 pengadaan meubelair di Kota Bekasi mencapai Rp11 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membeli diantaranya, lemari kelas, white board, meja dan kursi siswa serta meja dan kursi guru.

“Anggarannya dibagi, untuk pembelian meubelair SD Negeri Rp6 miliar dan Rp5 miliar untuk pembelian meubelair SMP Negeri,” jelasnya (tgm)

Komentar