Pandemi Covid-19 Dorong Dunia Pendidikan Menggunakan Alternatif Baru 

Pendidikan269 Dilihat

BeTimes.id-Pandemi Corona Virus Deases 2019 (Covid-19) mengubah tatanan kehidupan di seluruh dunia. Salah satunya, pendidikan terdampak signifikan sehingga harus segera beradaptasi.

Akibat Covid-19, dunia pengajaran online mendadak menjadi metode umum yang digunakan.

Rektor Universitas Satya Wacana (UKSW) Dr.Neil Semuel Rupidara menyebut, ada 4 ribu lebih perguruan tinggi yang melayani lebih dari 8 juta mahasiswa dengan jumlah dosen lebih dari 290 ribu orang secara mendadak mengadopsi model mengajar dan belajar.

Menurut Neil, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengupayakan fasilitas-fasilitas pendukung. Kerjasama dijalin dengan sejumlah pelaku usaha milik negara maupun swasta yang bergerak di bidang digital learning management system, penyedia jasa internet, dan sejenisnya untuk membantu operasi pembelajaran atau perkuliahan daring.

Namun demikian, lanjutnya, tingkat kesiapan tiap perguruan tinggi berbeda dalam penyelenggaraan. “Kuliah atau tepatnya kegiatan pengajaran dengan ceramah online kini seolah menjadi a new normal di kalangan pendidikan tinggi Indonesia. Praktek ini kini seolah mewabah, tampak tidak mau ketinggalan dari wabah Covid-19 itu sendiri”, ujar Neil dalam diskusi Webinar bertajuk

“Pendidikan Tanpa Dinding di Era Covid-19” yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI), Sabtu (6/6).

Diskusi tersebut dipandu Dekan Fisipol Universitas Kristen Indonesia (UKI), yang juga Wakil Sekretaris Jenderal DPP PIKI Angel Damayati.

Diakui Neil, tidak sedikit perguruan tinggi tidak memiliki kapasitas cukup untuk menjalankan perkuliahan secara daring.

Neil mengingatkan, metode pengejaran daring memiliki masalah sehingga tidak mudah dilakukan seperti perangkat, jaringan internet, maupun zoombombing (interupsi ketika zoom sedang beroperasi). Karena itu, menurutnya, tidak mudah merubah dengan tiba-tiba tatanan sebelum pandemi.

Sementara itu, Rektor Universitas Kristen Maranatha (UKM), Bandung, Prof. Sri Widiyantoro mengatakan, agar dunia pendidikan dapat bertahan diperlukan usaha-usaha para aktor untuk mempertahankan kebiasaan-kebisaan baru di masa itu agar tetap terus berlangsung dan menjadi kebiasaan yang lebih permanen.

Dia menuturkan, pelaksanan pengajaran daring membutuhkan syarat yaitu kedisplinan, motivasi tinggi, kemandirian, capaian, dan mahalnya sistem daring. Diakui, banyak dosen juga mengalami masalah dalam pelaksanaan sistem daring.

“Banyak dosen masih menggunakan gaya tradisional di kelas online, menjadikan online hanya untuk memberikan bahan presentasi, atau pengumuman tugas”,terang dia.

Sri Widiyantoro mengatakan, pandemi ini di sisi lain merupakan blessing in disguise dalam model pengajaran alternatif. Karena itu, lanjutnya, untuk pelaksanaan yang memadai dosen harus diberikan pembekalan dalam pelaksanaan pengajaran jarak jauh.

Selain itu harus tersedia fasilitas yang memadai, evaluasi berkala, serta penjaminan mutu kualitas pembelajaran daring.

Hal senada, juga disampaikan Guru Besar Komputasi Layanan Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Suhardi mengatakan, sisi lain dari pandemi Covid-19 ini melahirkan inovasi-inovasi tidak bergantung pada model penjaran yang lama.

“Sisi lain pandemi ini kita tiba-tiba dipaksa untuk segera melaksanakan revolusi industri 4.0”, katanya.

Dalam pengajaran di Perguruan Tinggi, lanjutnya, pelaksanaan pengajaran online menjadi alternatif yang umum dilakukan menggantikan pola pengajaran lama.

“Perubahan sebagai dampak pandemi ini merupakan keniscayaan dan selalu ada pro dan kontra. Karena itu, menurutnya kenali sisi positifnya sebagai gain (hasil) dan sisi negatifnya untuk menghindar,”tukasnya. (Ralian)

Komentar