Walikota Bekasi Mengaku Pencegahan Covid-19 Sangat Baik

Peristiwa159 Dilihat

BeTimes.id — Walikota Bekasi Rahmat Effendi, mengaku bahwa pencegahan pandemi Covid-19 di Bumi Patriot sangat baik. Hal itu dikatakan saat melakukan evaluasi dan apel pagi dengan para kepala dinas di Stadion Patriot Candrabhaga, Rabu (10/6).

Dalam evaluasi pencegahan pandemi pada 3 bulan kebelakang ini, juga dihadiri Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto, Sekretaris Daerah Kota Bekasi Reny Hendrawaty dan para Tim Dokter Kesehatan yang menanggulangi pencegahan Covid-19 di Kota Bekasi.

Dalam amanatnya, Walikota Bekasi menyampaikan pada hari kemarin, ia menyempatkan untuk video teleconference dengan Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, dr Pandu Riono yang membahas mengenai keberadaan Kota Bekasi soal pandemi Covid-19.

Pengakuan secara ilmiah, dikatakan dalam menghadapi virus Covid-19 di Kota Bekasi sudah bagus penanganannya. Hasilnya begitu baik dengan RT 0.91 atau proses penularan 1 orang positif tidak sampai 1 orang lainnya. Menurut dr Pandu, katanya, pelandaian terjun bebas berkat PSBB dan kepatuhan masyarakat.

“Hasil kerja ini bukan dari Walikota atau Wakil Walikota saja, kita bekerja bersama untuk membuahkan hasil terbaik dalam penanganan ini. Begitu banyak pengorbanan masyarakat dan para relawan serta aparatur Pemkot Bekasi dalam menjalankan aturan PSBB dan protokol kesehatan,” kata Rahmat Effendi.

Menurut dia, untuk saat ini masyarakat tidak perlu kwatir, karena penanganan yang dimiliki Pemerintah Kota Bekasi telah memiliki alat swab atau PCR tersedia, Rapid Test juga tersedia. Bahkan, telah tersedia rujukan khusus untuk para terpapar Covid-19 di RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid.

“Kini, kita fokuskan kepada RT RW di Kota Bekasi karena masih terdapat 14 RW yang masih ada terpapar positif Covid 19. Walau penyebaran wabah ini tidak sehebat bulan April kemarin, kita pun juga melihat pasien yang melebihi batas waktu untuk penanganan di RSUD jika kondisinya membaik kita serahkan ke Dinas Kesehatan Kota Bekasi, terpantau di Puskesmas masing-masing sampai melakukan isolasi mandiri di kediamannya, untuk Puskesmas dalam mengendalikan pasien selama 2 hari sekali dan melaporkannya,” katanya.

Dia menegaskan, Camat, Lurah dan Kepala Puskesmas sekarang harus aktif untuk memantau wilayah zona merah di Kota Bekasi. Dan, penggunaan masker pada masa new normal ini sangatlah penting, karena masuknya utama dari mulut dan hidung.

“Maka itu peran penting adalah masker kata tim dokter kesehatan, karena wabah ini pun ada di rongga pernapasan dan syarat yang dilakukan oleh kita adalah orientasinya di rekalkulasi kembali,” tambahnya.

Selanjutnya, tatanan yang ada Kota Bekasi tidak mau berada di covid-19 terus menerus, tapi ekonomi harus bangkit dan masyarakatnya juga harus berkembang kembali. (Adv/Hum)

Komentar